Suku Bunga BI Turun, Airlangga Harap Perbankan Menyesuaikan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Puan Maharani berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai penyerahan surat presiden dan draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. Pemerintah mencantumkan tawaran bonus sebesar lima kali gaji untuk buruh dalam draf omnibus law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR Puan Maharani berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai penyerahan surat presiden dan draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. Pemerintah mencantumkan tawaran bonus sebesar lima kali gaji untuk buruh dalam draf omnibus law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap penurunan suku bunga acuan BI (Bank Indonesia) bisa diikuti seluruh perbankan nasional.

    "Harapannya ini dapat diturunkan ke tingkat suku bunga perbankan," kata dia di kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2020.

    BI dalam Rapat Dewan Gubernur telah memutuskan menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen.

    Kemudian suku bunga Deposit Facility sebesar 4 persen dan suku bunga Lending Facility 5,5 persen.

    Menurut Airlangga, penurunan suku bunga acuan sudah dinilai sebagai langkah yang tepat guna menstimulus perekonomian Indonesia yang saat ini terdampak dengan adanya wabah Virus Corona (Covid-19).

    Selain pemangkasan suku bunga acuan, dia mengungkapkan, sedang disiapkan stimulus lain guna menggenjot perekonomian Indonesia, yakni insentif untuk sektor pariwisata.

    "Stimulus lebih diberikan pada daerah-daerah pariwisata sedang dibahas," ucap Airlangga.

    BI telah memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 persen hingga 5,4 persen dari prakiraan sebelumnya 5,1 persen sampai 5,5 persen.

    Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan revisi prakiraan pertumbuhan ini dipengaruhi faktor jangka pendek akibat tertekannya progres ekonomi global pasca meluasnya virus corona (Covid-19).

    Perry mengatakan BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Otoritas terkait guna memperkuat sumber, struktur, dan kecepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk mendorong investasi.

    Investasi didorong melalui proyek infrastruktur dan implementasi Rancangan Undang-undang Cipta Kerja dan Perpajakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.