Ridwan Kamil Evaluasi Proyek Waterboom di Sesar Lembang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berfoto dekat rambu dan panel informasi Sesar Lembang di Tebing Keraton, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 26 April 2019. (ANWAR SISWADI)

    Pengunjung berfoto dekat rambu dan panel informasi Sesar Lembang di Tebing Keraton, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 26 April 2019. (ANWAR SISWADI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sudah meminta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang untuk mengevaluasi pemberian rekomendasi gubernur atas proyek pengembang yang berencana membangun waterboom di atas lahan yang berada di atas sesar Lembang. “Sedang di evaluasi. Karena di lapangan juga nggak ada pembangunan, belum ada pembangunan,” kata dia di Bandung, Kamis, 20 Februari 2020.

    Lokasi lahan proyek pengembang tersebut berada di Kawasan Bandung Utara. Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh kabupaten/kota setempat wajib mengantungi Rekomendasi Gubernur.

    Ridwan Kamil membenarkan proyek tersebut sudah mendapat Rekomendasi Gubernur oleh gubernur sebelumnya. “Rekomendasi itu lahirnya tahun 2018, di awal,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, rekomendasi yang diberikan itu yang kini sedang di evaluasi. “Kalau terjadi dinamika, kita harus adil, apakah pertimbangan-pertimbangan yang dulu di keluarkan oleh pemerintahan terdahulu ini ada hal-hal yang kurang pas atau tidak. Itu yang saya tugaskan ke Pak Kosawara (Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat). Pak Koswara belum laporan lagi ke saya,” kata dia.

    Ridwan Kamil meminta agar tidak dilakukan aktivitas pembangunan dulu di sana. “Kalau ada aktivitas, itu melanggar. Karena IMB belum ada,” kata dia.

    Rencana pembangunan objek wisata berupa wahana waterboom di kawasan Gunung Batu, Kampung Sukatinggi, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat jadi kontroversi karena berada di atas sesar Lembang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.