Virus Corona, Luhut: Kita Sudah Ribut 2 Juta Wisman Cina

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar dampak meluasnya wabah Virus Corona terhadap kunjungan turis Cina ke Indonesia tidak dibesar-besarkan. Sebab, jika dibandingkan negara lain, jumlah wisatawan dari negara tirai bambu yang datang ke Indonesia jauh lebih sedikit.

    Luhut menyebutkan jumlah turis Cina yang tersebar di seluruh dunia mencapai 137 juta orang. "Turis Cina ke Singapura 6 juta, turis Cina ke Jepang 6 juta dan sebagainya. Indonesia baru 2 juta saja sudah ribut," kata Luhut dalam rapat koordinasi nasional investasi di Hotel Ritz Carlton Pasific Place Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.

    Oleh karena itu, menurut dia, yang perlu lebih diwaspadai sebagai dampak Virus Corona adalah sektor perdagangan, lapangan kerja dan sektor lainnya. "Ini harus segera kita perbaiki," ujarnya.

    Saat ini, kata Luhut, kontribusi Cina terhadap ekonomi dunia sebesar 18 persen. Padahal waktu penyakit SARS merebak pada 2003, sumbangan perekonomian Cina ke global cuma 4 persen.

    Dalam pandangannya, Luhut menyebutkan Virus Corona saat ini memiliki dampak yang besar ke kinerja impor Indonesia. Bila dalam waktu dua bulan Indonesia tidak hati-hati menata, ia memperkirakan ekonomi dalam negeri dapat terimbas. "Seperti industri tekstil akan kena, karena banyak bahan diimpor dari Tiongkok dan tidak berproduksi," kata dia.

    Luhut juga mengatakan perekonomian dunia saling terintegrasi. Cina membutuhkan Indonesia, dan sebaliknya Indonesia membutuhkan Cina. Begitu juga seperti Indonesia membutuhkan Amerika Serikat dan sebaliknya. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah harus terus memperhatikan kerja sama ekonomi secara global.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sebelumnya mengatakan pemerintah hari ini berencana merampungkan perhitungan insentif yang akan diberikan kepada pelaku usaha di sektor pariwisata. Insentif itu sebelumnya dijanjikan untuk menggairahkan pasar turis pasca-mewabahnya virus corona baru.

    "Eselon I sudah bahas apa saja diskon yang akan dikasih. Jadi besok (hari ini) kami akan finalisasi, Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan akan mengeluarkan insentif yang komprehensif," ujar Wishnutama di kantornya, Selasa petang, 18 Februari 2020.

    Wishnutama belum dapat mendetailkan kemungkinan diskon yang akan diterima para pelaku usaha di industri pariwisata pariwisata. Namun, ia memastikan pemberian stimulus tersebut akan berdampak terhadap harga paket wisata, penerbangan, dan hotel.

    Dampak mewabahnya Virus Corona diakui Wishnutama telah memukul sektor usaha pariwisata akibat anjloknya jumlah kunjungan turis luar negeri, khususnya dari Cina. Sebab, selama ini Cina merupakan salah satu penyumbang jumlah wisatawan asing terbesar di Indonesia.

    FRANCISCA CHRISTY

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.