Kunjungan ke RI, Raja Belanda Soroti Produksi Sawit Berkelanjutan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Belanda, Willem Alexander. Koninklijkhuis.nl/

    Raja Belanda, Willem Alexander. Koninklijkhuis.nl/

    TEMPO.CO, Den Haag - Raja Belanda Willem-Alexander menyoroti pentingnya pembangunan keberlanjutan, termasuk dalam memproduksi minyak kelapa sawit agar rantai pasok industri tersebut berkesinambungan. Itu sebabnya Raja Willem dan Ratu Maxima akan melawat ke Kalimantan Tengah untuk melihat dan berdiskusi dengan para petani di sana tentang produksi minyak sawit yang lebih ramah lingkungan.  

    Rangkaian itu menjadi bagian dalam kunjungannya ke Indonesia pada 10-13 Maret mendatang. Saat ditemui Tempo di ruangan Putti, Noordeinde Palace, Den Haag, Belanda, Rabu waktu setempat, Raja Willem menyebutkan kunjungan kali ini akan fokus membahas sejumlah isu penting lainnya, antara lain manajemen sumber daya air, infrastruktur, teknologi, ekowisata, serta manajemen kehutanan yang berkesinambungan.

    Pembangunan berkelanjutan, ia melanjutkan, harus menjadi perhatian semua orang. Apalagi banyak sumber daya alam yang seharusnya tersedia untuk generasi mendatang telah semakin menipis. Menurut Raja Willem-Alexander, tanpa pembangunan yang lebih ramah lingkungan, sumber daya alam yang tersisa tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan bagi seluruh penduduk planet yang saat ini hampir menyentuh 11 juta jiwa. Itu sebabnya, ia menekankan pentingnya menyiapkan teknologi yang bisa menopang pembangunan keberlanjutan di masa depan. 

    Tak hanya bertemu dengan petani sawit, di Kalimantan Tengah, Raja Willem dan Ratu Maxima akan mengunjungi Taman Nasional Sebangau untuk melihat pusat penelitian yang berada di tengah hutan gambut. Raja Willem ingin melihat proyek pengelolaan air dan penanaman hutan kembali di sana. Setelah itu Raja Willem dan Ratu Maxima melanjutkan perjalanan menuju Nyaru Menteng Orangutan Rescue Centre, tempat perawatan lebih dari 316 anak orang utan.

    Dari Kalimantan Tengah, ia akan berkunjung ke Danau Toba, Sumatera Utara. Fokus kunjungan ini, kata Raja Willem, untuj melihat ekowisata di sana. Ia menilai ekowisata salah satu sktor penting penopang perekonomian dunia, saat ini nilainya mencapai 10 persen ekonomi dunia. Kunjungan ke Danau Toba itu sekaligus untuk menekankan pentingnya kerja sama bilateral di sektor ekowisata dan lingkungan yang berkelanjutan, terutama di tengah merebaknya wabah corona dan kebakaran hutan di Sumatera yang bisa menekan laju ekowisata. 

    Di hari pertama, Raja Willem-Alexander akan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, sekaligus menjajaki peluang kerja sama ekonomi di antara kedua negara. Menteri Infrastruktur dan Pengolaan Air Cora van Nieuwenhuizen dan Menteri Luar Negeri Stef Blok akan hadir di sana. Dalam kunjungan tersebut, ratusan pebisnis yang mewakili 135 perusahaan Belanda juga turut serta untuk melihat peluang investasi di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara