KAI Surabaya: Tiket Kereta Lebaran Terjual 11 Ribu Lebih

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga sedang menunggu keberangkatan di dalam kereta saat mudik gratis menggunakan Kereta Rel Diesel (KRD) di Stasiun Pasar Turi, Surabaya (25/8). Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk pertama kalinya di Indonesia memberikan layanan mudik gratis menggunakan kereta api dengan rute Surabaya-Bojonegoro. Layanan mudk gratis menggunakan kereta api ini akan digelar hingga H+7 lebaran. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah warga sedang menunggu keberangkatan di dalam kereta saat mudik gratis menggunakan Kereta Rel Diesel (KRD) di Stasiun Pasar Turi, Surabaya (25/8). Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk pertama kalinya di Indonesia memberikan layanan mudik gratis menggunakan kereta api dengan rute Surabaya-Bojonegoro. Layanan mudk gratis menggunakan kereta api ini akan digelar hingga H+7 lebaran. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Tiket kereta Lebaran 2020 sudah terjual 11.396 lembar untuk kawasan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya. Padahal, penjualan tiket baru dibuka tujuh hari jika dihitung dari Jumat 14 Februari hingga 20 Februari 2020 ini.

    Data di PT KAI Daop 8 Surabaya, jumlah tiket yang disediakan sebanyak 18.500 tempat duduk per harinya. Sedangkan untuk pesanan tiket lebaran rata-rata menyerap 2.000 per hari atau jika dihitung selama tujuh hari sudah mencapai 11.396 lembar. Jumlah itu, tak termasuk yang belum dihitung dari Kamis siang hingga malam, pada 20 Februari 2020. ”Jadi, data tambahan pemesanan  tiket baru terbaca, Kamis malam,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, pada Tempo, Kamis 20 Februari 2020.

    Jumlah tiket yang terjual tersebut dari 31 perjalanan KA di empat jalur untuk jarak menengah dan jauh. Di antaranya jalur utara, mulai dari Stasiun Pasarturi,Surabaya-Stasiun Tawang, Semarang, Stasiun Pasarturi, Surabaya-Bandung, Stasiun Pasarturi- Bojonegoro-Tugu Yogyakarta. Kemudian, jalur selatan1, dari Stasiun Gubeng, Surabaya-Mojokerto-Yogyakarta-Jakarta. Kemudian Stasiun Gubeng, Surabaya-Sidoarjo-Malang-Blitar. Serta jalur timur, mulai Stasiun Gubeng, Surabaya-Jember-Banyuwangi.

    Empat jalur tersebut, lanjut Suprapto, masih dalam perjalanan KA reguler. Yaitu mulai KA ekonomi, bisnis dan eksekutif. Seperti misalnya, jalur utara ada beberapa kelas eksekutif, di antaranya Argo Bromo Anggrek, Sembrani, untuk jalur Surabaya-Jakarta. Sedangkan untuk jalur menengah, juga ada jalur Surabaya-Yogyakarta-Kutoarjo, yang menyediakan seat eksekutif.

    Ada juga kelas ekonomi untuk perjalanan panjang, seperti KA Kertajaya, Surabaya-Jakarta. ”Tiket lebarannya sudah terjual,” katanya.

    Menurut Suprapto, dengan perhitungan Idul Fitri jatuh pada 24-25 Mei 2020, puncak penumpang diperkirakan pada H-3 atau H-4 sekitar 21 22 Mei 2020. Sedangkan untuk puncak arus mudik diprekdiksi terjadi 27-28 Mei 2020. Pada hari-hari itu, PT KAI telah menyiapkan sejumlah persiapan, seperti penambahan KA ekstra dan lainnya. ”Untuk sekarang kita layani tiket reguler dahulu,” ujar dia.

    Seperti diketahui PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menjual tiket kereta api Reguler masa Angkutan Lebaran 1441 H mulai H-90. Tiket sudah bisa dipesan mulai 14 Februari 2020 di web KAI, aplikasi KAI Access, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya.

    Sesuai jadwal, tiket kereta api sudah dipesan mulai pukul 00.00 WIB atau Jumat 14 Februari 2020. Tiket untuk keberangkatan H-10 Lebaran atau 14 Mei 2020 dan seterusnya. “Sudah mulai bisa dipesan,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dalam keterangan tertulis, Rabu 12 Februari 2020 lalu.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.