Jokowi Sebut Potensi Investasi Rp 1.600 Triliun, Tapi Tak Terurus

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA Tahun 2023 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020. Ini menjadi kali pertama ada tiga negara yang menjadi tuan rumah bersama pada ajang Piala Dunia Basket. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA Tahun 2023 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020. Ini menjadi kali pertama ada tiga negara yang menjadi tuan rumah bersama pada ajang Piala Dunia Basket. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang diminati baik oleh investor asing maupun lokal. Ia menyebut angka investasi untuk tahun lalu terbilang fantastis, yakni mencapai Rp 708 triliun, hanya untuk yang telah masuk dan dibukakan pintu oleh pemerintah.

    "Yang sudah buka pintu dan masuk ke Indonesia (orangnya), ada 708 triliun. Sudah buka pintu sudah masuk, tapi berhenti," kata Jokowi saat memberi sambutan di Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2020 yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Februari 2020.

    Jokowi mengatakan Indonesia sebenarnya tak perlu promosi ke luar negeri untuk mendorong pemodal masuk. Jika digarap serius, ia mengatakan investor-investor yang telah masuk tadi sebenarnya bisa dimaksimalkan. Angka itu, baru dari investor yang dibukakan pintu. Angkanya lebih besar lagi jika melihat potensi dari pemodal yang juga berminat masuk.

    "Yang minat, yang sudah masuk dan menyatakan minat ada Rp 1.600 triliun. Gede banget angka ini hampir mendekati APBN. Minat. Ini tidak pernah diurus dengan baik, secara riil," kata Jokowi.

    Kendala utama yang membuat pemodal ini tak melanjutkan investasinya, kata Jokowi, adalah tak adanya pelayanan yang diberikan pada mereka. Karena itu, ia meminta seluruh Kepala Daerah hingga Kepala PTSP untuk turun tangan dan ikut menyelesaikan masalah ini.

    "Karena ini akan bantu buka lapangan kerja yang banyak sekali. Baik mendirikan pabrik, industri, manufaktur, membuka lapangan kerja yang gede sekali. Kita masih memiliki 7 juta masyarakat yang menganggur," kata Jokowi.

    Tak hanya investor asing, Jokowi juga meminta agar investor lokal juga diperhitungkan. Meski hanya memiliki dua orang karyawan, Jokowi mengatakan mereka tetap saja dihitung sebagai investor dan harus dilayani sama baikknya.

    Ia pun kemudian memuji kinerja Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, yang ia nilai dapat mengkoordinasikan agar masalah ini tuntas. Sejak menjabat pada Oktober 2019, Jokowi menyebut Bahlil kerap menyelesaikan investasi yang tertunda. Termasuk di antaranya adalah kesepakatan dengan PT Lotte Chemical.

    Ia pun meminta agar sikap kerja ini dapat ditiru oleh pejabat. "Yang lain juga, yang Jateng, selesai. ya ini, kerja-kerja seperti ini yang kita butuhkan. Menyelesaikan persoalan secara baik-baik," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.