Rampung, 8 Bendungan Tampung 408 Juta Meter Kubik Air

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pembangunan Bendungan Sukamahi di Bogor, Jawa Barat, Senin 20 Januari 2020. Bendungan Sukamahi yang memiliki konsep bendungan kering itu dibangun untuk mengendalikan aliran air dari hulu Sungai Ciliwung saat terjadi peningkatan debit air sehingga dapat mengurangi resiko banjir di Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara pembangunan Bendungan Sukamahi di Bogor, Jawa Barat, Senin 20 Januari 2020. Bendungan Sukamahi yang memiliki konsep bendungan kering itu dibangun untuk mengendalikan aliran air dari hulu Sungai Ciliwung saat terjadi peningkatan debit air sehingga dapat mengurangi resiko banjir di Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menargetkan delapan bendungan yang menjadi Program Strategis Nasional akan rampung tahun ini. Adapun proyek infrastruktur bendungan itu dilakukan untuk mendukung program ketahanan air dan pangan nasional. 

    Delapan bendungan yang ditargetkan rampung tahun ini antara lain adalah Bendungan Paselloreng di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bendungan Ladongi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Bendungan Tapin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

    Kemudian, Bendungan Way Sekampung Provinsi Lampung, Bendungan Kuningan Provinsi Jawa Barat, dan tiga bendungan di Provinsi Jawa Timur yakni Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Tukul di Pacitan dan Bendungan Gongseng di Bojonegoro.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, potensi air di Indonesia sebesar 2,7 triliun meter kubik per tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar meter kubik per tahun. Adapun yang sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar meter kubik per tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.

    “Namun potensi sebesar itu, keberadaannya tidak sesuai dengan ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air. Dengan begitu pada saat musim hujan air ditampung untuk dimanfaatkan musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung atau setu untuk penampungan air,” katanya, dalam keterangan yang dirilis pada laman resmi Kementerian PUPR, Kamis 20 Februari 2020.

    Dengan rampungnya pembangunan delapan bendungan tersebut, kata Basuki, akan menambah jumlah tampungan air sebesar 408,89 juta meter kubik.

    Adapun, bendungan pertama yang telah rampung 100 persen konstruksinya, yakni Bendungan Paselloreng. Bendungan ini memiliki luas genangan 1.892 hektare dengan kapasitas tampung 138 juta meter kubik untuk mengairi 8.510 hektare sawah. Pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – PT Bumi Karsa, KSO (Kerjasama Operasi) dengan biaya Rp753,4 miliar.

    Tiga bendungan lainnya yang juga akan rampung pada 2020 berada di Provinsi Jawa Timur yakni, Bendungan Tukul, Bendungan Bendo dan dan Bendungan Gongseng. Progres fisik Bendungan Tukul sudah mencapai 76,2 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara