Pagi Ini, Rupiah Melemah Tipis ke Rp 13.735 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menyentuh posisi Rp13.735 per dolar AS pagi ini, Kamis 20 Februari 2020.

    Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.735 per dolar AS. Artinya, nilai tukar rupiah melemah 18 poin atau 0,13 persen dari posisi Rp13.717 pada Rabu kemarin. 

    Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot menyentuh level Rp13.754 per dolar AS dengan pelemahan 0,43 persen atau 59 poin pada pukul 10.19 WIB. 

    Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka dengan pelemahan tipis 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp13.698 per dolar AS. Adapun pada akhir perdagangan Rabu, tukar rupiah ditutup melemah hanya 1 poin ke level Rp13.695 per dolar AS.

    Pasar kini tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan berakhir pada hari ini terkait keputusan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7-DRR).

    Sebanyak 19 dari 31 ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen.

    Kebijakan ini diyakini menjadi langkah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dari ancaman risiko global. Termasuk di sini adalah risiko perlambatan investasi dan wabah virus corona yang telah menggerus devisa dari sektor perdagangan dan pariwisata Tanah Air.

    Bank sentral mengambil langkah pencegahan untuk menangkis kemungkinan perlambatan investasi,” kata Kepala Ekonom Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, Selasa lalu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.