Kasus Jiwasraya, Aset Benny Tjokro dkk Rp 11 T Disita Negara

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro. ANTARA

    Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut total nilai seluruh aset milik para tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang disita telah mencapai Rp 11 triliun dari kerugian negara Rp 17 triliun.

    Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan bahwa aset tersebut berupa ratusan bidang tanah, perusahaan tambang, rekening efek saham dan kendaraan roda dua serta roda empat yang telah diamankan tim penyidik sebagai barang bukti, selama proses penyidikan.

    "Nilai aset yang disita tuh hanya hitung-hitungan sebenarnya, dari keseluruhan itu total ada sekitar Rp 11 triliun," katanya Kamis, 20 Februari 2020.

    Menurutnya, dari keenam tersangka yang terlibat dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, aset paling besar berasal dari tersangka Benny Tjokro, dibandingkan para tersangka lainnya. "Paling besar itu aset milik BT yang disita penyidik ya," katanya.

    Sebelumnya, Kejagung telah menahan enam orang tersangka yang diduga terlibat kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Keenam tersangka itu adalah Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro ditahan di Rutan KPK, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.

    Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim ditahan di Pomdam Jaya Guntur dan eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan ditahan di Rutan Cipinang. Terakhir adalah Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto yang ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.