Airbus Akan Pangkas 2.300 Pekerja dari Divisi Pertahanan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iran Air penerbangan 655 adalah penerbangan penumpang dari Teheran ke Dubai ditembak jatuh pada 3 Juli 1988 oleh rudal darat-ke-udara SM-2MR yang ditembakkan dari USS Vincennes, sebuah kapal penjelajah rudal berpemandu dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Akibatnya pesawat tipe Airbus A300 ini hancur dan semua 290 orang di dalamnya tewas. Khashayar Talebzadeh -airliners.net/ commons.wikimedia.org

    Iran Air penerbangan 655 adalah penerbangan penumpang dari Teheran ke Dubai ditembak jatuh pada 3 Juli 1988 oleh rudal darat-ke-udara SM-2MR yang ditembakkan dari USS Vincennes, sebuah kapal penjelajah rudal berpemandu dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Akibatnya pesawat tipe Airbus A300 ini hancur dan semua 290 orang di dalamnya tewas. Khashayar Talebzadeh -airliners.net/ commons.wikimedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Divisi usaha pertahanan Airbus pada Rabu, 19 Februari 2020 menetapkan rencana untuk memangkas lebih dari 2.300 pekerja, mengutip pasar ruang angkasa yang datar dan penundaan kontrak-kontrak pertahanan.

    Pembuat pesawat mengatakan divisi Pertahanan dan Ruang Angkasa Airbus telah melakukan konsultasi dengan dewan pekerja perusahaa Eropa mengenai rencana pengurangan tersebut.

    Rencana tersebut memperkirakan pengurangan 2.362 posisi hingga akhir 2021, dimana 829 akan berada di Jerman, 357 di Inggris, 630 di Spanyol, 404 di Perancis dan 141 di negara lain.

    Kepala bisnis pertahanan mengatakan pada Sabtu, 15 Februari 2020 bahwa perundingan akan dimulai dengan perwakilan tenaga kerja ketika kelompok usahanya yang bermarkas di Jerman melakukan penghematan menyusul kemunduran dengan pengangkut militer A400M-nya.

    Masalah teknis yang berulang dengan A400M menyebabkan angkatan udara Jerman menolak pengiriman dua pesawat pada musim gugur lalu.

    Kelompok juga telah menanggung beban 1,2 miliar euro (US$ 1,3 miliar) atas prospek penjualan yang memburuk dengan larangan Jerman pada ekspor pertahanan ke Arab Saudi. Menurut CEO Divisi Pertahanan dan Ruang Angkasa Airbus, Dirk Hoke, hal ini menyebabkan unit usaha Pertahanan dan Ruang Angkasa Airbus kehilangan pelanggan potensial yang menjanjikan.

    Divisi Pertahanan dan Ruang Angkasa Airbus dibentuk pada 2014 sebagai bagian dari restrukturisasi yang lebih luas, mempekerjakan 34.000 staf - 13.000 di antaranya di Jerman - dan memberikan kontribusi sekitar seperlima dari pendapatan kepada kelompok induk Airbus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara