Sri Mulyani: Jika Ekonomi Cina Turun 1 Persen, RI Turun 0,6

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Puan Maharani berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai penyerahan surat presiden dan draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. Pemerintah mencantumkan tawaran bonus sebesar lima kali gaji untuk buruh dalam draf omnibus law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR Puan Maharani berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai penyerahan surat presiden dan draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. Pemerintah mencantumkan tawaran bonus sebesar lima kali gaji untuk buruh dalam draf omnibus law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyimpulkan ada lima potensi dampak ekonomi Indonesia akibat virus corona. Satu dari lima dampak itu yaitu penurunan pertumbuhan ekonomi Cina.

    “Apabila mereka melemah 1 persen, itu pengaruhnya ke Indonesia akan mengalami penurunan 0,3 sampai 0,6 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.

    Tahun 2019, Cina tumbuh 6,1 persen, turun 0,5 persen dari tahun 2018 yang sebesar 6,6 persen. Di tahun 2019, Indonesia pun hanya tumbuh 5,02 persen, turun 0,15 persen, dari tahun 2018 yang mencapai 5,17 persen.

    Untuk itu, Sri Mulyani menyebut jika ekonomi Cina sampai anjlok ke angka 5 persen, maka dampaknya ke Indonesia akan sangat signifikan. Ekonomi Indonesia bisa terjun dari 5,02 persen ke angka 4,42 persen.

    Saat ini, virus corona terus menyebar sejak awal tahun 2019 hingga memasuki perayaan Imlek pada 25 Januari 2020. Hingga hari ini, jumlah korban meninggal pun sudah mencapai 2.005 jiwa. Akibat kasus ini, perekonomian Cina pun mulai mengalami gangguan.

    Meski demikian, Sri Mulyani berjanji akan terus memantau kondisi perekonomian dari Cina. Sebab, saat ini Cina melakukan sejumlah kebijakan counter-cyclical untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi negara mereka. “Bisa saja kuartal II 2020 mulai berbalik,” kata Sri Mulyani.

    Adapun dampak kedua yang akan ditanggung Indonesia yaitu pariwisata. Sebab, 13 turis asing di Indonesia berasal dari Cina. Jumlah ini kedua terbesar setelah Malaysia.

    Lalu dampak ketiga yaitu pada perdagangan dan rantai pasokan. Saat ini, 27 persen impor non migas berasal dari Cina dan 16,7 persen pangsa ekspor Indonesia adalah Cina. 

    Dampak keempat adalah penurunan harga komoditas. Sebab, Cina saat ini menjadi konsumen kedua terbesar CPO Indonesia, dan konsumen ketiga terbesar batu bara Indonesia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.