Mantan Deputi Gubernur Senior BI Kini Jadi Preskom OVO

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Ovo

    Logo Ovo

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan dompet digital PT Visionet Internasional atau OVO resmi menunjuk mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, sebagai presiden komisaris perusahaan. Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, penunjukan ini berkaitan dengan target perusahaan untuk jangka panjang.

    "Kami ingin mengarahkan OVO ke arah national strategic asset dengan menerapkan tata kelola usaha yang baik atau GCG (good corporate governance). Kalau bicara sektor keuangan, Pak Mirza dapat mengarahkan OVO ke situ," kata dia di Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.

    Karaniya mengatakan, kolega yang telah lama ia kenal ini bakal mengawasi kinerja dewan direksi serta menjaga keberlangsungan perseroan.

    Ditemui di tempat yang sama, Mirza Adityaswara mengatakan tertarik bergabung dengan OVO lantaran saat ini perkembangan dunia digital, termasuk di sektor keuangan, sangat pesat. Apalagi, kata dia, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mendukung adanya percepatan inklusi keuangan lewat ekonomi digital.

    Mirza menyebut ingin menjadikan perseroannya sebagai salah satu kekuatan penyetara ekonomi di Tanah Air. "Saya ingin bisa berkontribusi ke perkembangan digital ekonomi. Ini selaras dengan tujuan Presiden," tuturnya.

    Setelah bergabung dengan OVO, Mirza menyatakan akan berfokus mengembangkan inovasi terhadap bisnis layanan digital payment. Perseroan juga akan membidik kerja sama dengan UMKM untuk mengembangkan usaha.

    Ia optimistis OVO akan menggaet pasar yang lebih masif pada masa mendatang. "Pasar masih besar sekali, kita harus tumbuh bersama-sama," tutur Mirza.

    Mirza Adityaswara adalah Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2013-2019. Ekonom dan bankir senior dengan pengalaman lebih dari 30 tahun ini tercatat pernah menempati berbagai jabatan penting di sektor keuangan. Misalnya Kepala Lembaga Penjamin Simpanan dan Kepala Ekonom Bank Mandiri Group.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara