Blue Bird Ingin Pastikan Pasokan Energi Mobil Listrik Aman

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah taksi bertenaga listrik melakukan konvoi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu, 7 September 2019. Konvoi dimulai dari kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi(BBPT) Jakarta menuju BPPT Serpong. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Sejumlah taksi bertenaga listrik melakukan konvoi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu, 7 September 2019. Konvoi dimulai dari kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi(BBPT) Jakarta menuju BPPT Serpong. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Blue Bird Tbk berencana bekerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk memastikan pasokan listrik yang cukup bagi operasional taksi listrik. Hal ini sejalan dengan rencana perseroan menambah kendaraan listrik.

    Direktur PT Blue Bird Tbk. Sigit Djokosoetono akan menambah alat produksinya menjadi 200 unit taksi listrik pada tahun ini. Adapun jumlah yang dimiliki saat ini masih 30 unit.

    "Sejauh ini, permintaan layanan taksi listrik banyak berasal dari penumpang bandara. Hal tersebut, akan menjadi fokus perusahaan secara jangka panjang dengan menambah armada taksi listrik menjadi 200 unit," kata Sigit, Rabu, 19 Februari 2020.

    Dia menambahkan keputusan ini juga akan mempertimbangkan infrastruktur kelistrikan yang masih dalam proses pengembangan. Terlebih implementasi penambahan armada tersebut bakal membutuhkan daya listrik yang cukup besar.

    Head of Investor Relation Blue Bird Michael Tene menjelaskan taksi listrik masih menjadi bagian dari anggaran belanja modal pada tahun ini. Rencananya hal tersebut dapat direalisasikan pada kuartal I/2020. Namun, dirinya enggan membeberkan nilai investasi yang bakal dikucurkan perseroan untuk ekspansi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara