Kemenhub Pertimbangkan Pakai Garuda untuk Jemput WNI di Jepang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan atau Kemenhub berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri atas kemungkinan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Jepang terkait dengan penyebaran virus Corona (Covid-19).

    Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan untuk waktu penjemputan masih menunggu arahan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu). "Kami juga sedang mengatur Garuda (Indonesia) kalau ada rencana evakuasi WNI di Jepang. Kami hanya menangani teknisnya, seperti mengatur armada dan lainnya," ujarnya, Rabu, 19 Februari 2020.

    Pihaknya mengaku tidak menunjuk maskapai tertentu. Semua maskapai diberikan kesempatan yang sama, tetapi harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

    Di antaranya seperti mengantongi izin operasional di negara yang bersangkutan dan menyesuaikan dengan kemampuan jenis pesawat yang dimiliki. Hal serupa juga dilakukan oleh Kemenhub ketika menjemput WNI dari Wuhan.

    Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunggu arahan dari tim pemerintah pusat. Pasalnya, untuk masalah penjemputan, Kementeriaan Kesehatan dan Kemlu yang menjadi leading sector.

    "Jadi nanti kalau ada arahan, akan kami siapkan armada untuk menjemput atau tidak menjemput," ujarnya.

    Budi Karya menuturkan masih banyak WNI yang berada di daratan China lainnya dan banyak yang memilih untuk tetap di sana. Namun, hal itu juga tak menutup kemungkinan dalam melakukan evakuasi.

    Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan belum memperoleh kepastian terkait penjemputan WNI di Jepang. Namun maskapai layanan penuh tersebut mengaku siap bila diperintahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.