BRI Targetkan Pertumbuhan Kredit 12 Persen pada 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bank BRI yang baru Sunarso (tengah) bersama direksi dan komisaris sebelum memberikan keterangan usai RUPSLB di Jakarta, Senin, 2 September 2019. RUPSLB tersebut menyetujui Sunarso menjadi dirut BRI,sebelumnya ia menjabat sebagai Wadirut BRI. TEMPO/Tony Hartawan

    Direktur Utama Bank BRI yang baru Sunarso (tengah) bersama direksi dan komisaris sebelum memberikan keterangan usai RUPSLB di Jakarta, Senin, 2 September 2019. RUPSLB tersebut menyetujui Sunarso menjadi dirut BRI,sebelumnya ia menjabat sebagai Wadirut BRI. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI Sunarso tetap menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini sebesar 10 persen hingga 12 persen meskipun virus corona baru atau Covid-19 telah mewabah ke berbagai negara.

    “Kami rencanakan kredit akan kami tumbuhkan sekitar 10 persen hingga 12 persen. Demikian juga simpanan dana pihak ketiga kita perkirakan akan mampu tumbuh 10 persen sampai 12 persen,” katanya di Gedung BRI I, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.

    Tak hanya itu, Sunarso menuturkan tahun ini BRI juga menargetkan pertumbuhan laba bersih perseroan hingga 11 persen dari perolehan pada 2019 sebesar Rp 34,4 triliun.

    “Tumbuh 11 persen kemudian loan to deposit ratio (LDR) kami proyeksikan sekitar 89 persen sampai 90 persen. Saya kira itu,” ujarnya.

    Sunarso yakin terhadap berbagai target tersebut sebab pemerintah juga telah memberikan dukungan seperti melalui pembentukan Omnibus Law serta kebijakan fiskal yang akomodatif.

    “Mungkin dengan Omnibus Law dan kebijakan fiskal yang akomodatif serta bank sentral sangat mendukung terhadap pertumbuhan,” katanya.

    Sunarso menegaskan kinerja Bank BRI untuk tahun ini akan meningkat dan lebih baik dari tahun sebelumnya karena pihaknya telah cukup terbiasa dalam menghadapi situasi yang sama.

    Oleh sebab itu, ia meyakini manajemen risiko pada perseroannya sudah kuat dan mereka mempersiapkan berbagai strategi untuk menghadapi masalah yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian global.

    “Artinya begini, pengaruh ada tapi karena kita sering menghadapi situasi yang volatile seperti ini maka risk management kita cukup kuat menghadapi masalah seperti itu,” katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.