Lelang Tujuh Seri Surat Utang Negara, Penawaran Capai Rp 127,1 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melansir hasil lelang tujuh seri surat utang negara (SUN) pada hari ini, Selasa 18 Februari 2020, mencetak penawaran sebanyak Rp127,1 triliun. Jumlah tersebut merupakan penawaran terbesar yang dihasilkan dalam lelang SUN sepanjang tahun berjalan.

    Sebelumnya, pemerintah berhasil mendulang penawaran lebih dari Rp90 triliun dalam dua lelang SUN pada 21 Januari 2020 dan 4 Februari 2020 lalu. Saat itu, penawaran atas tujuh seri SUN mencapai Rp94,98 triliun (21 Januari 2020) dan Rp96,90 triliun (4 Februari 2020).

    Obligasi negara Seri FR0081 menjadi yang paling dicari investor dengan jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp37,244 triliun. Seri ini akan jatuh tempo pada 15 Juni 2025 dan memberikan imbal hasil (yield) rata-rata 5,69 persen. "Pemerintah menyerap Rp3,6 triliun dari seri FR0081," seperti yang dikutip Bisnis.com, Selasa 18 Februari 2020.

    Penawaran seri FR0081 disusul seri FR0082 dan FR0080. Kedua seri dimenangkan pemerintah sebesar Rp3,850 triliun. Seri FR0082 memberikan yield 6,51 persen dan akan jatuh tempo pada 15 September 2030. 

    Seri FR0082mendapat penawaran sejumlah Rp25,261 triliun. Adapun SUN seri FR0080 yang memberikan yield 7 persen dengan tanggal jatuh tempo pada 15 Jui 2035 mendapat penawaran sebanyak Rp16,79 triliun.

    Sementara itu, jumlah penawaran seri FR0076 mencapai Rp5,203 triliun dan dimenangkan pemerintah sebanyak Rp2,7 triliun. Seri FR0076 akan jatuh tempo pada 15 Mei 20148 dan memberikan imbal hasil 7,46 persen.

    Selanjutnya, surat utang FR0083 mendapat penawaran Rp9,17 triliun dengan jumlah yang diserap pemerintah sebanyak Rp1,5 trilin. Seri FR0083 akan jatuh tempo pada 15 April 2040 dan memberikan  imbal hasil 7,26 persen.

    Lebih lanjut, SPN03200519 yang jatuh tempo pada 5 Februari 2021 mendapat penawaran Rp15,74 triliun dengan jumlah yang dimenangkan Rp1,5 triliun. SPN03200519 memberikan imbal hasil  2,89 persen.

    Kemudian, SPN12210205 mendapat penawaran dari investor sebanyak Rp17,7 triliun dengan jumlah yang dimenangkan sebanyak Rp1,5 triliun. SPN12210205 akan jatuh tempo pada 5 Februari 2021 dan memberikan imbal hasil sebesar 3,52 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.