Kepala Bulog Pastikan Stok Beras Aman Menjelang Lebaran

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso melepas 20 truk untuk operasi pasar wilayah DKI Jakarta dari Kantor Pusat Perum Bulog, Senin, 23 September 2019. TEMPO/Eko Wahyudi

    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso melepas 20 truk untuk operasi pasar wilayah DKI Jakarta dari Kantor Pusat Perum Bulog, Senin, 23 September 2019. TEMPO/Eko Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso memastikan ketersediaan beras jelang Ramadan 2020 berada pada posisi aman Saat ini Bulog bersiap menyerap beras hasil panen yang diperkirakan berlangsung pada Maret - April 2020. Dia menargetkan serapan minimal menyentuh angka 1,7 juta ton.

    "Stok (saat ini) 1,8 juta ton. Nanti sebentar lagi Maret - April kita akan serap, prediksi kami penyerapan minimal 1,7 juta, sehingga stok beras kami saat Lebaran nanti mencapai 3 juta ton. Artinya aman," kata Budi Waseso di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.

    Bulog menargetkan dapat melepas sedikitnya 600.000 ton beras hingga memasuki Lebaran. Seluruh beras dikeluarkan melalui penyaluran beras sejahtera (Rastra). Upaya ini dilakukan untuk mempercepat penyerapan beras.

    Meski sempat dihentikan, Rastra menurut Buwas tetap dilanjutkan. Program itu dilakukan berdasarkan perintah dari Presiden Joko Widodo. Program ini akan diberikan kepada 15 juta penerima.

    Saat disingguh soal Bantuan Pangan Non Tunas (BPNT), Budi Waseso menyebut penerima bantuan non tunai juga mendapatkan penyaluran Rastra.

    "BPNT tetap, Rastra perintah Presiden tetap jalan. Jadi semua dapat, jadi masyarakat dapat dua-dua itu. Kan program negara program Presiden, bagus kan, rastra jalan, BPNT jalan juga," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.