Google Sumbang Rp 13 Miliar untuk Pelatihan 22 Ribu Guru

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ilustrasi. REUTERS/Andrew Wong

    Foto ilustrasi. REUTERS/Andrew Wong

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan digital asal Amerika Serikat, Google, menyumbangkan US$ 1 juta atau sekitar Rp 13,6 miliar untuk Bebras Indonesia, sebuah organisasi edukasi nonprofit. Sumbangan diberikan untuk membantu pelatihan keahlian berpikir computational bagi 22 ribu guru di 22 kota di Indonesia.

    "Menyiapkan Indonesia menghadapi masa depan perekonomian global yang digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan semua pihak," kata Managing Director Google Indonesia, Randy Yusuf, dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.

    Sumbangan ini disalurkan lewat organisasi filantropi perusahaan, yaitu Google.org. Dengan uang ini, Bebras akan melatih 2 juta murid selama dua tahun. Mereka diajarkan berpikir kritis dan memecahkan masalah-masalah yang sulit, agar tidak hanya sekedar menghafal.

    Google lalu mengutip studi terbaru dari AlphaBeta. Jika pemerintah, kalangan bisnis, dan masyarakat bekerja sama, maka sumbangan pendidikan digital pada ekonomi Indonesia di 2030 bisa mencapai Rp 4.411 triliun (16 persen PDB). Sementara saat ini, sumbangannya baru Rp 908 triliun (6 persen PDB).

    Sebelumnya pada 2019, kata Randy, Google Indonesia dan Bebras menjalankan pelatihan gratis di Bandung dan Yogyakarta Sebanyak 140 guru dan 5.000 murid ikut dalam pelatihan ini.

    Ketua Bebras Indonesia, Inggriani Liem mengatakan, menjadi pengguna teknologi yang terampil, baik, dan beretika saja tidak cukup. "Kita perlu menumbuhkan kemampuan berpikir computational anak sejak dini, agar suatu hari Ia dapat menjadi pencipta produk-produk digital," kata Liem.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.