Pengamat: Freeport Bisa Libatkan Lebih Banyak Putra Papua

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga saat melakukan aktifitas dulang emas dari air pembuangan limbah tailling PT Freeport yang mengalir melalui Sungai Otomona, Mil 38, Kualakencana, Timika Papua, 28 Oktober 2016. Perharinya warga dapat mendulang emas sebanyak setengah gram emas dengan biaya sewa lahan Rp 100 ribu perbulannya. TEMPO/Subekti

    Warga saat melakukan aktifitas dulang emas dari air pembuangan limbah tailling PT Freeport yang mengalir melalui Sungai Otomona, Mil 38, Kualakencana, Timika Papua, 28 Oktober 2016. Perharinya warga dapat mendulang emas sebanyak setengah gram emas dengan biaya sewa lahan Rp 100 ribu perbulannya. TEMPO/Subekti

    Tempo.Co, Jakarta - Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada, Fahmy Radhi, mengatakan putra daerah Papua bisa lebih banyak terlibat di PT Freeport Indonesia. Dengan catatan, mereka telah dipersiapkan untuk memiliki keahlian di bidang tambang bawah tanah.

    "Agar putra Papua dapat terlibat lebih banyak lagi dalam underground mining, perlu disiapkan secara khusus pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja putra Papua," kata Fahmy kepada Tempo, Selasa, 18 Februari 2020. Perseroan kini memang telah melakukan transisi dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah. 

    Untuk pertama kalinya ada putra Papua di jajaran direksi Freeport, yakni Claus Wamafma yang menempati posisi direktur. Fahmy menilai masuknya Claus di jajaran direksi PT Freeport Indonesia sangat tepat dan positif.

    Langkah tersebut dinilai dapat menunjukkan keterwakilan putra daerah dalam mengelola tambang di Bumi Cendrawasih. "Keterwakilan ini diharapkan dapat menurunkan potensi permasalahan sosial yang sering terjadi," ujar Fahmy.

    Kendati, ia melihat masuknya anak daerah tidak secara langsung memberi dampak ekonomi kepada wilayah setempat. Sebab, menurut Fahmy, dampak ekonomi bagi daerah Papua sangat ditentukan oleh besaran deviden bagian Pemerintah Daerah dan efek berganda kegiatan perseroan.

    Adapun sekarang perseroan sedang menghadapi merosotnya produksi lantaran tambang di permukaan sudah habis. Sehingga, perseroan mesti berpindah ke tambang bawah tanah.

    "Agar underground mining dapat segera menghasilkan dan meningkatkan produktivitas, maka perlu percepatan dalam menambah modal, penggunaan teknologi canggih dan tenaga kerja berkapabilitas," kata Fahmy.

    Baru-baru ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk direktur baru PT Freeport Indonesia asal Papua yakni Claus Wamafma. Penetapan direksi baru itu dilaksanakan di gedung Kementerian BUMN pada 7 Februari 2020 yang lalu.

    "Dia putra Papua yang sudah berkarir selama 20 tahun, dari bawah, dan diusulkan pemerintah mewakili Mind ID di Freeport Indonesia," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Dia mengemukakan Claus Wamafma yang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President Social Responsibility and Community Development PT Freeport Indonesia.

    Ia menambahkan masuknya putra Papua sebagai direktur di perusahaan itu menunjukkan bahwa sumber daya manusia (SDM) Papua juga mampu mengisi jabatan strategis di sebuah perusahaan. "Pemerintah memang mendorong Freeport Indonesia untuk merekrut orang Papua. Namun penunjukan direksi dilakukan secara profesional, sesuai tugas yang diembannya," katanya.

    Arya memaparkan jumlah pegawai PT Freeport Indonesia sebanyak 7.096 orang. Sebanyak 2.890 orang atau 40,7 persen merupakan orang Papua. Kemudian sebesar 57,2 persen merupakan nonPapua, dan sisanya ekspatriat.

    CAESAR AKBAR | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara