Diprediksi Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka di Zona Merah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Tempo.Co, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 18 Februari 2020. Berdasarkan pantauan Tempo, indeks dibuka melemah sekitar 10,64 poin ke level 5856,88. Hingga saat ini, pukul 09.11 WIB saham bergerak di kisaran 5855,93-5867,97, dengan frekuensi perdagangan 26.316 kali.

    Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG masih akan bergerak di zona hijau dengan support resistance 5850-5930. Ia mengatakan indeks secara teknikal bergerak mengonfirmasi sinyal reversal dengan menguat seakan rebound tepat pada level support.

    "Indikator memberikan sinyal penguatan lanjutan pada perdagangan selanjutnya meskipun dengan volume perdagangan yang masih cenderung moderat," ujar Lanjar dalam risetnya yang diterima Tempo, Selasa, 18 Februari 2020. Indeks diperkirakan rata-rata bergerak mengarah ke level psikologis 6000-6025 pada pekan ini.

    Kemarin, IHSG menguat tipis di akhir sesi perdagangan sebesar 0,58 poin ke level 5867,52. Lanjar melihat saham sektor properti naik lebih dari satu persen lantaran beberapa saham menguat signifikan di atas tiga persen. Ia menyebut optimisme investor di era suku bunga rendah terhadap pertumbuhan pembelian properti menjadi salah satu faktor pendorong. Mengingat, harga saham properti saat ini cenderung murah.

    Adapun salah satu faktor utama tekanan pergerakan indeks saat momentum rebound, tutur dia, adalah data neraca perdagangan Indonesia yang defisit dan melebar di atas ekspektasi. Neraca perdagangan Indonesia defisitnya melebar sebesar US$ 870 juta dengan penurunan aktivitas ekspor menjadi negatif 3,71 persen dan aktivitas impor menjadi negatif 4,78 persen pada Januari 2020.

    "Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar 756.14 miliar rupiah dolar meskipun rupiah ditutup menguat 0.24 persen kelevel 13.660 rupiah per dolar Amerika Serikat," kata Lanjar.

    Senada dengan Lanjar, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee juga meyakini IHSG akan melanjutkan tren penguatan. Ia mengatakan rencana Bank Sentral Cina memangkas suku bunga akan menjadi sentimen utama penguatan hari ini.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara