Ekspor Kelapa Sawit ke Cina Terpukul Virus Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berbincang dengan penjual cabai saat operasi pasar di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020. Syahrul menyatakan kenaikan harga cabai di sejumlah daerah belakangan ini karena keterlambatan masa tanam karena cuaca sehingga pasokan di pasaran menjadi berkurang.  TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berbincang dengan penjual cabai saat operasi pasar di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020. Syahrul menyatakan kenaikan harga cabai di sejumlah daerah belakangan ini karena keterlambatan masa tanam karena cuaca sehingga pasokan di pasaran menjadi berkurang. TEMPO/Tony Hartawan

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ekspor kelapa sawit dan produk turunannya ke Cina turun bulan ini. Hal itu, karena dia merupakan dampak dari virus Corona.

    "Hingga Februari ini, ekspor kepala sawit dan produk turunannya hanya 84 ribu ton. Padahal, pada periode yang sama 2019 mencapai 371 ribu ton," kata Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

    Dia mengatakan untuk mengantisipasi penurunan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya itu, Syahrul mengatakan Kementan telah berkoordinasi dengan eksportir untuk mencari pasar ekspor alternatif. Pasar ekspor alternatif yang saat ini diharapkan lebih, yaitu seperti ke India, Timur Tengah, dan Rusia. "Kami juga antisipasi impor bawang putih dari Cina. Juga kami mendorong produksi dalam negeri juga," ujarnya.

    Adapun perbandingan secara year on year periode Januari 2019 dengan Januari 2020, ekspor kelapa sawit meningkat. Pada Januari 2019, Kementan mencatat ekspor kelapa sawit sebesar 469 ribu ton dan Januari 2020 sebesar 483 ton. Angka itu menunjukkan kenaikan sebesar 3 persen.

    Namun, jika dibandingkan dengan data pada Februari 2020, menurun 77,27 persen. Dari 371 ribu ton pada Februari 2019, menjadi 84 ribu ton di Februari 2020.

    Syahrul juga mengatakan jika dibandingkan data per bulan antara Januari 2020 dengan Februari 2020, terjadi penurunan hingga 82,56 persen. Yaitu kata dia, dari 483 ribu ton menjadi 84 ribu ton.

    Kendati begitu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengatakan untuk ekspor kepala sawit dan turunannya ke negara lain, tetap mengalami peningkatan. "Seperti ke India misalnya, itu kita positif. Jadi ini cuma ke Cina saja yang negatif," kata Kasdi di lokasi yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.