Tekan Harga Bawang Putih, Jawa Barat Mulai Operasi Pasar

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo  Jokowi bersama jajaran menterinya menggelar rapat terbatas membahas dampak ekonomi dari virus corona di Istana Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 4 Februari 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    Presiden Joko Widodo Jokowi bersama jajaran menterinya menggelar rapat terbatas membahas dampak ekonomi dari virus corona di Istana Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 4 Februari 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, BANDUNG - Jawa Barat mulai menggelar operasi pasar untuk menekan tren kenaikan harga bawang putih akibat spekulasi isu virus corona. “Tadi kita melakukan operasi pasar bawang putih bersama Satgas Pangan Provinsi Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, M Arifin Soedjayana , di Bandung, Senin, 17 Februari 2020.

    Arifin mengatakan, operasi pasar perdana sengaja digelar sejumlah pasar di Kota Bandung. “Tadi yang disediakan 8 ton, dengan harga Rp 28 ribu,” kata dia.

    Karena terbatasnya kendaraan, dia mengatakan operasi pasar dilakukan bergilir. “Kita batasi sampai jam 9 di Pasar Kosambi, langsung ke Pasar Kiaracondong. Kalau masih ada sisa ke Pasar Astana Anyar. Pindah mobilnya. Tapi kita sudah komunikasi dengan pengelola pasarnya,” kata dia.

    Operasi pasar bawang putih di hari pertama ini sengaja tidak hanya menyasar pedagang, tapi juga langsung ke konsumen. “Asalnya kita hanya mau ke pedagang, tapi untuk shock-theraphy, psikologi ke pedagang yang masih ngejual mahal, kita langsung ke eceran juga. Ada yang ke pedagang, ada yang ke eceran. Eceran yang beli 1-2 kilo, ya sudah kita bari harga Rp 28 ribu,” kata Arifin.

    Arifin mengatakan, operasi pasar tersebut dilakukan untuk menekan harga agar mencapai harga acuan yang ditetapkan pemerintah. “Harga acuannya di Rp 32 ribu per kilogram di konsumen akhir,” kata dia.

    Operasi pasar akan terus dilakukan hingga harga turun di level harga acuan bawang putih. Arifin mengklaim, stok bawang putih masih cukup. “Stok, saya tidak bisa menyebutkan nilainya karena data validnya tidak ada, tapi untuk sementara aman. Sesuai dengan yang dari pusat, stok aman sampai dengan pertengahan Maret,” kata dia.

    Stok bawang putih yang digunakan dalam operasi pasar saat ini berasal dari distributor yang masih menyimpan bawang putih.  “Bawang putihnya dari distributor,” kata Arifin.

    Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat bersama Satgas Pangan mendatangi distributor yang masih menyimpan stok bawang putih dan memintanya melepas ke pasar. “Ada kelangkaan di pasar, bukan di stok,” kata Arifin saat dihubungi Tempo, Kamis, 13 Februari 2020.

    Arifin mengatakan, lonjakan harga bawang putih yang terjadi sepekan terakhir ini, awalnya dipicu oleh spekulasi terhentinya impor bawang putih dari Cina karena wabah virus corona.  “Tapi sekarang sudah diputuskan pemerintah, ternyata boleh. Jadi mendapatkan momen itu, mereka mencoba menahan barang, sehingga terjadi kelangkaan dan harga naik,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.