Waskita Lepas Saham di Enam Ruas Tol, Berminat?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar udara Proyek jalan tol Cimanggis-Cibitung yang membelah kawasan Cibubur, Jakarta, Minggu 24 November 2019. Pembangunan jalan tol ini membutuhkan 2.189 bidang tanah dengan luas total 1.522.722 meter persegi. Jalan Tol Cimanggis-Cibitung akan beroperasi pada Lebaran 2020. TEMPO/Subekti.

    Gambar udara Proyek jalan tol Cimanggis-Cibitung yang membelah kawasan Cibubur, Jakarta, Minggu 24 November 2019. Pembangunan jalan tol ini membutuhkan 2.189 bidang tanah dengan luas total 1.522.722 meter persegi. Jalan Tol Cimanggis-Cibitung akan beroperasi pada Lebaran 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berencana melepas konsesi saham jalan tol yang dari enam ruas baik yang sudah beroperasi penuh maupun yang belum beroperasi secara penuh pada tahun ini. "Potensi penurunan outstanding pinjaman dengan pelepasan konsesi jalan tol bisa mencapai Rp18,9 triliun," ujar Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi IV, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

    Kendati belum bisa dipastikan ruas mana saja yang akan didivestasi, namun SVP Corporate Secretary Waskita Karya Shastia Hadiarti pernah menyampaikan bahwa sebagian besar ruas jalan tol itu merupakan bagian dari proyek Tol Trans Jawa.. Menurutnya, Waskita Karya melalui anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR) sedang melakukan valuasi atas ruas tol yang akan didivestasi tersebut.

    Hingga saat ini, emiten berkode saham WSKT ini memegang 16 konsesi jalan tol dengan total panjang 821 kilometer. Perinciannya, sembilan ruas tol sudah beroperasi dan sisanya masih dalam pembangunan.

    Selain divestasi atau pelepasan saham pada beberapa badan usaha jalan tol, pada tahun ini Waskita juga menargetkan penerimaan pembayaran dari proyek infrastruktur dengan skema turnkey sebesar Rp10 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara