BPS: Januari 2020, Virus Corona Belum Berdampak pada Perdagangan

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto usai memberikan sosialisasi persiapan Sensus Penduduk 2020 di Gedung 3 BPS, Jakarta, Jumat 14 Februari 2020. TEMPO/EKO WAHYUDI

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan efek virus Corona terhadap neraca perdagangan Indonesia belum bisa terlihat signifikan pada Januari 2020. Menurut dia, dampak virus itu terhadap ekspor dan impor baru bisa terlihat pada laporan Februari 2020.

"Dampak dilihat sesudah Imlek. Harusnya sudah tercermin satu Minggu ini. Karena yang kami sajikan sekarang sebulan terakhir," ujarnya di Kantornya, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Dia menuturkan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization baru mengeluarkan darurat Corona pada akhir Januari. Karena itu, perdagangan Indoneisa pada keseluruhan Januari belum terlalu berdampak.

"Saya harus tekankan bahwa ekspor dan impor pada Januari kalo kami lihat dari awal bulan. Karena tidak menyajikan mingguan. Karena itu belum terlihat di Januari. Efeknya baru kita lihat pada bulan Februari. Tapi tentu kita harus waspada," ujarnya.

Suhariyanto juga memaparkan kronologis dari penyebaran virus Corona. Pada tanggal 31 Desember dilaporkan ada virus Corona dari Wuhan dan baru diidentifikasi pada 3 hingga Januari 2020. 

Pada tanggal 20 Januari beberapa negara mulai melakukan pengecekan suhu badan khususnya di bandara-bandara. Sehari berselang, virus Corona menyebabkan korban meninggal dunia. Selanjutnnya, pada 31 Januari 2020, WHO menetapkan darurat virus Corona.

Adapun BPS mencatat posisi neraca perdagangan pada Januari 2020 mengalami defisit sebesar US$ 864 juta atau US$ 0,86 miliar.

"Pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan dan tentu kita harapkan, misalnya implementasi B30, bisa begulir dengan mulus, sehingga neraca perdagangan membalik menjadi surplus," kata dia.

HENDARTYO HANGGI






Ekonomi RI 2022 Tumbuh di Tengah Gejolak Global, Sri Mulyani: Ini Rahasianya

27 menit lalu

Ekonomi RI 2022 Tumbuh di Tengah Gejolak Global, Sri Mulyani: Ini Rahasianya

ekonomi Indonesia tahun 2022 mampu tumbuh sebesar 5,31 persen di tengah gejolak ekonomi global, ini kata Sri Mulyani.


Ekonomi RI Tumbuh 5,31 Persen, Sri Mulyani: Alhamdulillah Meski Ekonomi Dunia Melambat

3 jam lalu

Ekonomi RI Tumbuh 5,31 Persen, Sri Mulyani: Alhamdulillah Meski Ekonomi Dunia Melambat

Sri Mulyani Indrawati menanggapi pengumuman Badan Pusat Statistik atau BPS soal pertumbuhan ekonomi tahun 2022. Begini penjelasannya.


Bukan Resesi, Chatib Basri Sebut Ada Risiko Perlambatan Ekonomi RI Meski Kini Tumbuh Kuat

5 jam lalu

Bukan Resesi, Chatib Basri Sebut Ada Risiko Perlambatan Ekonomi RI Meski Kini Tumbuh Kuat

Chatib Basri menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 sebsesar 5,31 persen sesuai dengan prediksinya lantaran ekonomi tumbuh kuat.


BPS Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Jaga Daya Beli dan Aktivitas Ekonomi 2022

14 jam lalu

BPS Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Jaga Daya Beli dan Aktivitas Ekonomi 2022

BPS mencatat bagaimana kebijakan pemerintah melalui konsolidasi fiskal dan moneter sepanjang 2022.


BPS Sebut Industri Logam Dasar Tumbuh Paling Tinggi karena Harga Komoditas Membaik

14 jam lalu

BPS Sebut Industri Logam Dasar Tumbuh Paling Tinggi karena Harga Komoditas Membaik

BPS mengumumkan kinerja beberapa sektor unggulan atau leading sectors sepanjang tahun 2022.


BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2022 Ditopang Harga Komoditas, Airlangga: Masih Landai Relatif Tinggi

14 jam lalu

BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2022 Ditopang Harga Komoditas, Airlangga: Masih Landai Relatif Tinggi

Menteri Airlangga menanggapi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2022 yang masih ditopang oleh harga komoditas.


BPS: Pertumbuhan Ekonomi RI pada 2022 Terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera

15 jam lalu

BPS: Pertumbuhan Ekonomi RI pada 2022 Terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi secara spasial pada tahun 2022 terus menguat khususnya di Jawa, Sulawesi, serta Maluku dan Papua.


Ekonomi 2022 Tumbuh 5,31 Persen, BPS: Didorong Konsumsi Rumah Tangga

18 jam lalu

Ekonomi 2022 Tumbuh 5,31 Persen, BPS: Didorong Konsumsi Rumah Tangga

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 tumbuh 5,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,61 persen year on year (YoY). Pertumhuan tersebut paling tinggi ditopang konsumsi rumah tangga.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

20 jam lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Neraca Perdagangan RI pada 2022 Surplus USD 54,53 Miliar, BPS: Tumbuh 53,96 Persen

22 jam lalu

Neraca Perdagangan RI pada 2022 Surplus USD 54,53 Miliar, BPS: Tumbuh 53,96 Persen

Neraca perdagangan mencatatkan surplus baik di triwulan empat 2022 maupun secara kumulatif sepanjang tahun 2022. Begini penjelasan lengkap BPS.