BTN Diminta Fokus Genjot Kredit Murah Dukung Program 1 Juta Rumah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Arya Sinulingga saat berbincang dengan awak media di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.  EKO WAHYUDI l Tempo.

    Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Arya Sinulingga saat berbincang dengan awak media di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN meminta Bank Tabungan Negara (BTN) berfokus menyalurkan kredit murah untuk masyarakat pada tahun ini. Kredit tersebut digadang-gadang akan mendorong terselenggaranya program satu juta rumah bersubsidi yang dicanangkan pemerintah sekaligus menggairahkan kinerja keuangan bank.   

    "BTN difokuskan untuk mendukung perumahan yang jadi program pemerintah. BTN harus mendukung benar," ujar Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga, saat dihubungi Tempo pada Senin, 17 Februari 2020.

    Arya menjelaskan, hal ini merupakan hasil evaluasi kementerian terhadap kinerja keuangan BTN sepanjang 2019. Sebelumnya, BTN mencatatkan laba bersih perusahaannya anjlok sebesar 92,5 persen year on year. Pada 2019, laba bersih bank pelat merah itu menjadi Rp 209,26 miliar dari semula Rp 2,81 triliun pada tahun 2018.

    Dari hasil evaluasi tersebut, Arya menyatakan salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan laba ialah menumbuhkan kredit murah rumah bersubsidi. Karenanya, kredit macet atau NPL bisa ditoleransi.

    Arya mengimbuhkan, Kementerian BUMN juga tidak akan merencanakan merger perbankan terhadap BTN. "Kami enggak akan ada merger di BTN," ucapnya.

    Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansyuri sebelumnya berujar, perseroan telah berkembang menjadi bank dengan aset Rp 312 triliun. Adapun saat ini, bank tengah mendukung Rp 193 triliun kredit perumahan. "Pangsa pasar BTN 40 persen, dengan kurang lebih 91 persen kredit perumahan bersubsidi," tuturnya.

    Pada 2019 pun, Pahala mengatakan perseroan sudah menyalurkan program bantuan biaya pembangunan atau subsidi untuk uang muka. Harapannya, pada 2020, perseroan mulai menyalurkan kredit dari tabungan perumahan rakyat yang akan menyalurkan kredit untuk aparatur sipil negara.

    "Selama 2015-2019 lalu pembangunan program 1 juta rumah sudah mencapai 4,8 juta rumah perumahan. Kami di BTN telah menyalurkan KPR subsidi dan nonsubsidi selama 2015-2019 3,1 juta unit. di mana 2019, kami menyalurkan kurang lebih 800 ribu unit," ujar Pahala.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.