Alfamart Bakal Buka 1.000 Gerai Baru Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minimarket Alfamart dan minimarket Indomaret. TEMPO/Prima Mulia

    Minimarket Alfamart dan minimarket Indomaret. TEMPO/Prima Mulia

    Tempo.Co, Jakarta - Emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) atau Alfamart menargetkan pengoperasian 1.000 gerai Alfamart baru sepanjang 2020, terutama di sejumlah wilayah potensial di luar Pulau Jawa.

    Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya Tomin Widian mengatakan pada 2020 perusahaan akan membuka 1.000 gerai Alfamart baru. Pada akhir 2019, AMRT sudah mengoperasikan 14.310 gerai, sehingga nantinya akan bertambah menjadi 15.310 gerai.

    “Kami menargetkan pembukaan gerai 1.000 gerai baru Alfamart dan berfokus di wilayah potensial, misalnya di luar Pulau Jawa,” ujarnya Jumat, 16 Februari 2020.

    Pada akhir 2018 jumlah toko Alfamart berjumlah 13.679 gerai. Artinya, target penambahan 1.000 gerai pada 2020 melampaui pertumbuhan pada 2019 sebanyak 631 gerai.

    Tomin menyampaikan strategi perusahaan untuk terus bertumbuh dan menangkap potensi pasar yang ada yaitu dengan melakukan klasterisasi toko sesuai lokasinya. Dengan demikian, masing-masing toko menyediakan kebutuhan yang sesuai dengan konsumen masyarakat di sekitarnya.

    Di sisi lain, perusahaan terus mengembangkan bisnis digital terutama untuk memperluas saluran ditsribusi konsumen di kota besar. Platform digital juga menyediakan kebutuhan berbelanja berbagai bahan makanan. “Dengan berbagai strategi tersebut, kami memandang pertumbuhan bisnis pada 2020 cenderung positif,” imbuhnya.

    Mengutip laporan keuangan per September 2019, Alfamart membukukan pendapatan Rp 54,11 triliun, meningkat 9,08 persen year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 49,6 triliun. Adapun, laba bersih melonjak 94 persen yoy menuju Rp 650,23 miliar dari posisi per September 2018 senilai Rp 335,17 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.