Wapres Ingatkan Perumahan Wajib Sediakan Air Bersih dan Sanitasi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana perumahan Green Citayam City di Desa Ragajaya, Citayam, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 27 Januari 2020. Pihak pengembang pun terbukti menjual aset properti yang tidak sah kepada ratusan konsumen.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana perumahan Green Citayam City di Desa Ragajaya, Citayam, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 27 Januari 2020. Pihak pengembang pun terbukti menjual aset properti yang tidak sah kepada ratusan konsumen. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta PT Bank Tabungan Negara Tbk tak mencairkan kredit kepada pengembang perumahan, sebelum mereka memastikan air bersih dan sistem sanitasinya cukup dan berfungsi dengan baik.

    "Kami meminta kepada para pengembang perumahan, baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah maupun non-masyarakat berpenghasilan rendah, untuk memperhatikan ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik dalam pembangunan rumah," ujar dia di Jakarta Convention Center, Sabtu, 15 Februari 2020.

    Ma'ruf Amin mengatakan ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik berpengaruh kepada risiko stunting di Indonesia. Ia meminta angka itu ditekan demi kebaikan generasi muda di masa mendatang. Angka stunting pada tahun lalu berada pada kisaran 27 persen dan dibidik turun ke 14 persen pada 2024. "Ini targetnya ambisius, karena itu harus dibantu, termasuk padaprogram penyediaan rumah, sehingga dapat memperkecil stunting."

    Atas permintaan Ma'ruf itu, Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan penyaluran kredit rumah bersubsidi sudah diatur dalam standar, misalnya adanya akses air bersih dan sanitasi. "Itu sudah menjadi standar baku, sehingga kredit tidak bisa dicairkan kalau tidak memenuhi standar," ujarnya. Karena itu, ia memastikan para pengembang yang mengambil kredit di perseroannya harus memenuhi standar itu.

    Di samping itu, Pahala meyakini para konsumen juga baru akan memasuki rumah apabila sanitasi dan air bersihnya sudah layak. "Bagaimana mungkin anda mau masuk ke rumah yang sanitasi dan air bersihnya tidak layak? Itu sudah sesuai dengan kebijakan BTN saat ini."

    Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan kredit yang mayoritas ditopang sektor KPR sebesar 8-10 persen yang didorong pertumbuhan KPR secara keseluruhan sekitar 17 persen. Sementara untuk segmen KPR Subsidi, Bank berkode saham BBTN ini hanya menargetkan pertumbuhan sekitar 3 persen.

    Angka pertumbuhan KPR Subsidi yang melandai disebabkan karena kuota FLPP yang diberikan BTN sebesar 220.000 unit, jumlah tersebut terdiri dari Fasilitas Likuidtas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 110.000 unit dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 40.000 unit-45.000 unit.

    Untuk mencapai target tersebut, strategi yang dijalankan Bank BTN salah satunya dengan aktif menggelar pameran perumahan yang mempertemukan konsumen dengan pengembang, seperti IPEX yang diramaikan oleh 105 pengembang. Pengembang tersebut menawarkan setidaknya kurang lebih 650 proyek hunian, mulai dari hunian tapak, vertical dengan desain minimalis dan modern berlokasi strategis, seperti di kawasan berbasis Transit Oriented Development yang tersebar di Jabodetabek yang saat ini sedang digandrungi generasi milenial.

    Selain hunian yang sesuai dengan selera konsumen saat ini, Bank BTN juga menawarkan beragam promosi menarik di antaranya suku bunga KPR mulai dari 5,70 persen fixed rate selama 1 Tahun (subsidi bunga dari pengembang pilihan), bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal dan discount asuransi jiwa 20 persen serta cashback tabungan hingga Rp 700.000 sesuai dengan plafond kredit yang diberikan.

    “Kami dalam waktu dekat akan menawarkan KPR dengan skema khusus yang dapat menangkap segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang tidak kebagian FLPP KPR dengan skema khusus ini juga memfasilitasi pengembang rumah subsidi yang pasokannya melimpah namun sulit mendapatkan pembeli,“ kata Pahala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.