Imbas Ekonomi Corona Jadi Pemicu Utama Rontoknya IHSG Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Refleksi layar pergerakan saham di kacamata seorang mahasiswa yang tengah berkunjung ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,63 persen atau 37,02 poin ke level 5.876,06 pada awal sesi II perdagangan hari ini. Tempo/Tony Hartawan

    Refleksi layar pergerakan saham di kacamata seorang mahasiswa yang tengah berkunjung ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,63 persen atau 37,02 poin ke level 5.876,06 pada awal sesi II perdagangan hari ini. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Diketahui ada dua faktor utama yang menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini. Keduaa sentimen itu berkaitan langsung dengan penyebaran virus Corona yang hingga kini masih belum bisa dihentikan.

    "Awal pekan, market sempat membaik karena jumlah korban terinfeksi virus Corona sempat turun. Tapi setelah tanggal 12 Februari jumlahnya mendadak meningkat hampir dua kali lipat, per kemarin saja suspect-nya telah mencapai 60 ribu karena Cina mengubah metode. Yang menjadi masalah adalah yang meninggal lebih dari seribu," ujar Direktur PT Anugerah Mega investama Hans Kwee Hans melalui sambungan telepon kepada Tempo, Jumat, 14 Februari 2020.

    Selain wabah virus Corona, Hans juga mengatakan pasar mulai mempertimbangkan faktor kerusakan ekonomi sebagai dampak.  "Ini lebih berbahaya," ujar dia.

    Wabah itu belakangan mengganggu pergerakan perdagangan dan industri di Cina. Sebab, kalau wabah tidak bisa tertangani, ada kemungkinan karantina diperpanjang dan imbasnya pabrik pun tidak bisa berjalan.

    Beberapa waktu ke belakang, pabrik di Cina memang sedang tidak beroperasi, khususnya di Provinsi Hubei. Kegiatan industri baru mulai kembali pada pekan ini. Meski demikian, banyak pabrik yang masih tutup. "Itu yang menjadi kekhawatiran pasar paling besar."

    Hans mengatakan, dampak virus Corona kini bukan hanya menjadi faktor eksternal, melainkan menjadi internal juga. Mengingat, akibat wabah ini bahan baku untuk industri farmasi Tanah Air harganya mulai naik. Begitu pula dengan bahan baku pabrik tekstil yang ikut menipis lantaran pasokan banyak diperoleh dari negeri Panda.

    Sore hari ini, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 5,01 poin atau 0,09 persen ke posisi 5.866,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 0,25 poin atau 0,03 persen menjadi 953,95.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 363,55 miliar. Hari ini, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 361.124 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,39 miliar lembar saham senilai Rp 6,21 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 207 saham menurun, dan 153 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 140,1 poin atau 0,59 persen ke 23.687,6, Indeks Hang Seng menguat 85,6 poin atau 0,31 persen ke 27.815,6, dan Indeks Straits Times melemah 2,67 poin atau 0,08 persen ke 3.217,42.

     

    CAESAR AKBAR | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.