Rupiah Ditutup Menguat Tipis di Tengah Sentimen Virus Corona

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36% di Rp14.052 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36% di Rp14.052 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020, ditutup menguat tipis di tengah sentimen virus corona.

    Rupiah ditutup menguat tipis 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp 13.693 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 13.694 per dolar AS.

    Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Jumat, mengatakan pergerakan rupiah hari ini masih cukup fluktuatif meski cenderung menguat. "Faktor utama penggerak rupiah memang dari global, terutama Corona Virus. Tekanan cukup besar market ke safe haven. Namun secara umum kondisi ekonomi kita masih cukup baik," ujar Rully.

    Dari domestik, pertumbuhan ekonomi dan inflasi relatif stabil. Sedangkan neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan membaik, yang didukung kebijakan yang akomodatif dari Bank Indonesia dan pemerintah.

    "Oleh sebab itu, rupiah hari ini cenderung mengalami penguatan," kata Rully.

    Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp 13.695 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 13.693 per dolar AS hingga Rp 13.709 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 13.707 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 13.679 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.