Butuh 390 Ribu Petugas Sensus, BPS Buka Lowongan Mulai April

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panitia Sensus Penduduk 2010. TEMPO/Zulkarnain

    Panitia Sensus Penduduk 2010. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) akan membuka lowongan untuk 390 ribu orang petugas sensus. Mereka akan bertugas untuk Sensus Penduduk Tahun 2020 yang akan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, para petugas sensus nantinya akan bertugas mendatangi rumah-rumah penduduk untuk melakukan pendataan pada periode 1-31 Juli 2020.

    "Kita belum buka pendaftaran sekarang. Pada bulan April nanti setiap daerah akan ada pengumuman lewat online dan masing-masing kota. Kita perlu teman-teman untuk menjadi petugas Sensus Penduduk. Silakan daftar," kata dia di Gedung 3 BPS, Jakarta, Jumat 14 Februari 2020.

    Suhariyanto mengatakan, lowongan kerja untuk petugas sensus itu akan melalui serangkaian proses seleksi yang transparan, agar mendapatkan petugas yang betul-betul sesuai dengan kriteria. Adapun syarat awal guna mendaftar menjadi calon petugas sensus harus setidaknya memiliki pendidikan akhir Sekolah Menengah Atas (SMA) dan berdomisili sesuai daerah sensus dilaksanakan. Nantinya, mereka akan diberikan pelatihan untuk mengisi kuesioner dan data-data dasar penduduk.

    "Kita 'training' bagaimana mengisi kuesioner. Katakanlah konsep penduduk, apa yang dinamakan pendidikan terakhir. Ini sepertinya gampang, tapi sering 'missed'. Contoh isi pendidikan terakhir anak SMA pendidikan, diisi SMA, padahal belum tamat," ucapnya.

    Sebagai informasi, Pemerintah akan melaksanakan terlebih dahulu Sensus Penduduk Online (SP Online) yang dimulai pada 15 Februari-31 Maret 2020. Masyarakat Indonesia  dapat mengakses laman sensus. bps.go.id menggunakan perangkat yang terhubung dengan internet.

    Kemudian bagi penduduk yang belum mengikuti sensus penduduk secara Online, mereka akan didatangi petugas sensus untuk melakukan Sensus Penduduk Wawancara pada 1-31 Juli 2020.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.