Turis Anjlok, Erick Thohir Akan Kebut Pembangunan Pariwisata

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir befoto dengan anak-anak korban banjir di Tangerang, Ahad, 5 Januari 2019. TEMPO/EKO WAHYUDI

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir befoto dengan anak-anak korban banjir di Tangerang, Ahad, 5 Januari 2019. TEMPO/EKO WAHYUDI

     
    TEMPO.CO, Denpasar - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir akan menjadikan momen anjloknya kunjungan wisatawan akibat virus corona, untuk mempercepat pembangunan sarana pariwisata khususnya di Bali. Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Benoa pada Jumat, 14 Februari 2020. 
     
    "Dari pada diam-diam saja, justru pembangunan (sarana pariwisata) harus dipercepat," kata Erick Thohir.
     
    Ia menilai, Bali sebagai destinasi utama wisata di Indonesia, masih minim sarana. Erick menyebutkan, nantinya akan ada dua jalur yang bisa digunakan oleh wisatawan, yakni udara dan laut untuk berkunjung ke Bali ketika pengembangan Pelabuhan Benoa rampung.  "Masih tertinggal," ujarnya. 
     
    Kementerian BUMN akan mengembangkan Pelabuhan Benoa yang saat ini dikelola oleh Pelindo III agar siap untuk menerima kedatangan kapal pesiar, selain itu juga diperluas untuk kawasan bisnis. 
     
    Erick Thohir juga mengajak pengusaha untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan Pelabuhan Benoa, terutama pengusaha lokal dalam kegiatan ekspor. "Zona satu khusus untuk produk lokal. Kami berharap partisipasi dari pengusaha," katanya.
     
    Menteri BUMN Erick Thohir hari ini  bersama rombongan melakukan peninjauan rencana pengembangan Pelabuhan Benoa bersama Komisi VI DPR RI. 
     
    Pada sore harinya, ia juga akan mengajak, tujuh kementerian dan dua badan setingkat kementerian melihat Pelabuhan Benoa. "Tidak mungkin bisa berjalan baik, jika kementerian  tidak mendukung," ujar Erick Thohir. 
     
     
    Made Argawa

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.