Ada Virus Corona, Singapura Rilis Paket Kebijakan Ekonomi Khusus

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis mengenakan masker bedah saat mengunjungi di Merlion Park di Singapura, 28 Januari 2020. Di negara ini, 18 kasus corona telah dikonfirmasi. REUTERS/Feline Lim

    Turis mengenakan masker bedah saat mengunjungi di Merlion Park di Singapura, 28 Januari 2020. Di negara ini, 18 kasus corona telah dikonfirmasi. REUTERS/Feline Lim

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Singapura akan merilis paket kebijakan ekonomi khusus untuk mengurangi dampak wabah virus corona atau Covid-19. Pengumuman paket kebijakan ekonomi ini dijadwalkan pada Selasa, 18 Februari 2020 mendatang.

    Pemerintah Singapura memutuskan untuk menerbitkan paket kebijakan ekonomi khusus karena menilai wabah corona kali ini lebih buruk dibandingkan wabah SARS pada 2003 silam.

    Menteri Pembangunan Nasional Singapura Lawrence Wong mengatakan, meningkatnya ancaman ekonomi Singapura disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya, karena Cina selama ini lebih berorientasi pada konsumsi dan layanan.

    "Saya pikir Anda dapat mengantisipasi dampak yang lebih besar secara keseluruhan yang kemudian akan berdampak pada Singapura juga," kata Wong seperti dilansir Bloomberg, Kamis 13 Februari 2020.

    Dia mengungkapkan, pemerintah Singapura sedang bersiap menghadapi dampak virus corona yang lebih besar dengan mengeluarkan kebijakan anggaran khusus. Namun, Wong menolak mengungkapkan besar paket kebijakan ekonomi. Dia juga enggan mengatakan apakah bantuan ini akan lebih besar dari yang dikucurkan pemerintah saat epidemi SARS senilai S $ 230 juta (US$ 166 juta) yang juga menghancurkan ekonomi Singapura pada saat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.