Pelindo II Cek Semua Kapal Cina Sebelum Sandar ke Pelabuhan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan kapal Coast Guard Cina terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai saat melakukan patroli udara di Laut Natuna, Sabtu,4 Januari 2020.  Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya Yudo Margono menyatakan hingga Ahad, kapal nelayan Cina masih bertahan di Laut Natuna, Kepulauan Riau. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pergerakan kapal Coast Guard Cina terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai saat melakukan patroli udara di Laut Natuna, Sabtu,4 Januari 2020. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya Yudo Margono menyatakan hingga Ahad, kapal nelayan Cina masih bertahan di Laut Natuna, Kepulauan Riau. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC kini memeriksa setiap kapal dari Cina yang hendak masuk ke pelabuhan di Indonesia. Pemeriksaan ketat terhadap kapal Cina itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona.

    "Tentu sebagai pintu keluar masuk arus barang dan manusia, kami harus melakukan tindakan preventif untuk mencegah masuknya virus Corona ke Indonesia," ujar Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G Masassya kepada Antara usai membuka rapat koordinasi nasional (Rakernas) Pelindo II di Gedung IPC University, Ciawi, Jawa Barat, Kamis 13 Februari 2020.

    Menurut Elvyn, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baru, petugas Pelindo II bersama petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa setiap kapal Cina beserta awaknya ketika masih di area laut, sebelum berlabuh di pelabuhan.

    "Petugas kami datang ke sana, bersama dari Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk cheking crew-nya. Setelah semuanya dianggap aman, barulah kapalnya datang ke kita. Ini cara kita melakukan proteksi agar virus Corona tidak masuk ke pelabuhan," kata Elvyn.

    Elvyn menyebutkan wabah virus Corona di beberapa negara tetangga, berdampak pada lesunya arus perdagangan internasional. Di tengah kondisi ini, Indonesia justru bisa mengambil peluang, salah satunya dengan  meningkatkan ekspor barang ke negara yang selama ini pasokan impornya dari Cina.

    "Kita tahu selama ini Amerika Serikat cukup banyak mendapatkan barang impor dari Cina. Tentu bagi kita kalau bisa mensubstitusi itu, akan meningkatkan angka ekspor barang kita ke Amerika Serikat," kata Elvyn.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.