BPKS Resmi Tolak Kunjungan Kapal Pesiar MS Artania ke Sabang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan bekerja di samping kapal pesiar Diamond Princess, dimana terdapat puluhan orang dinyatakan positif mengidap virus corona di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang, 7 Februari 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Wartawan bekerja di samping kapal pesiar Diamond Princess, dimana terdapat puluhan orang dinyatakan positif mengidap virus corona di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang, 7 Februari 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) memutuskan untuk menunda kedatangan kapal pesiar (cruise) MS Artania ke Kota Sabang. Penundaan ini bagian dari pencegahan penyebaran virus corona yang mewabah di berbagai negara. 

    "Hari ini kita sepakati untuk menunda kunjungan cruise MS Artania," kata Plt Wakil Kepala BPKS Islamuddin di Sabang, Kamis 13 Februari 2020.

    Hal demikian disampaikan Islamuddin di sela-sela rapat koordinasi BPKS dengan Forkopimda Sabang dalam menindaklanjuti surat Walikota Sabang Nazaruddin, yang meminta penundaan kedatangn cruise MS Artania ke Pulau Weh dengan alasan antisipasi virus corona.

    Dia mengatakan keputusan itu diambil setelah rapat dengan Forkopimda, Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), pelaku usaha wisata, serta pihak lain, yang menyatakan setuju untuk penundaan kedatangan MS Arthania tersebut.

    "Semua setuju dengan surat dari walikota Sabang untuk menunda kedatangan cruise MS Arthania. Alasan lain juga Rumah Sakit Umum Sabang belum punya fasilitas perawatan yang terkena suspect virus corona," katanya.

    Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil juga merujuk pada organisasi kesehatan dunia (WHO) yang belum mencabut status waspada terhadap virus corona. Sementara kesiapan Sabang dalam menghadapi virus itu belum memadai, baik dari sarana dan prasarana medisnya.

    Kata Islamuddin, Pemko Sabang dan BPKS telah sepakat untuk menolak kedatangan MS Arthania tersebut. Meskipun pemilik  kapal telah menunjukan surat keterangan bebas dari virus corona para turis dan crew mereka.

    "Kita akan menyurati pihak kapal, shiping agen, dan Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata, dengan melampirkan hasil rapat hari ini, beserta surat dari Pemko Sabang,” katanya.

    Pada Rabu 12 Februari 2020, walikota Sabang mengirim surat ke BPKS dengan nomor 556/ 0933 tentang penundaan kedatangan Kapal Pesiar MS Artania, atas dasar kekhawatirannya pada status waspada virus corona di dunia.

    Rencananya kapal pesiar berbendera Bahamas itu akan membawa turis asing berjumlah 1.200 orang, serta 502 crew yang dijadwalkan akan berlabuh di Pelabuhan CT BPKS pada Minggu 16 Februari 2020.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.