Kemenhub Teken Paket 3 Pembangunan Pelabuhan Patimban

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tiba di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk menghadiri rapat yang membahas masuknya kapal Cina di Zona Ekonomi Ekslusif wilayah perairan Natuna Utara. Rapat ini juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Keamanan Laut atau Bakamla Laksdya Bakamla A. Taufiq R., serta Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto. TEMPO/Francisca Christy

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tiba di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk menghadiri rapat yang membahas masuknya kapal Cina di Zona Ekonomi Ekslusif wilayah perairan Natuna Utara. Rapat ini juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Keamanan Laut atau Bakamla Laksdya Bakamla A. Taufiq R., serta Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto. TEMPO/Francisca Christy

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan WIKA-PP Joint Operation teken kontrak paket 3 pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat tahap 1 fase 1 pada Kamis, 13 Februari 2020. Paket tersebut merupakan pembangunan jembatan penghubung yang ditargetkan bisa mulai difungsikan sebelum peresmian awal Pelabuhan Patimban pada September 2020.

    "Kegiatan tender pekerjaan jembatan penghubung yang masuk dalam paket 3 ini dimulai pada 15 Mei 2019 di mana terdapat tiga penawar yang menyampaikan dokumen penawaran. Setelah dilakukan evaluasi maka pada 10 Desember 2019 ditetapkan pemenang tender oleh menteri perhubungan, yaitu WIKA-PP Joint Operation," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R. Agus H. Purnomo di Gedung Kemenhub, Jakarta, Kamis 3 Februari 2020.

    Ia mengungkapkan, pada paket ketiga terdapat proyek pembangunan jembatan penghubung yang dibangun sepanjang 1 kilometer. Kedepannya jalan tersebut akan menjadi akses utama yang menghubungkan kawasan terminal kendaraan dan peti kemas dengan kawasan backup area.

    Agus juga menuturkan, pembangunan konstruksi terminal kendaraan dan peti kemas sejak tanggal kontrak 27 Juli 2018-26 Januari 2020 mencapai 58,37 persen. Sedangkan untuk pembangunan breakwater, seawall, dan revetment sejak tanggal kontrak 30 November 2018-11 Februari 2020 telah mencapai 25 persen.

    Agus menjelaskan, bahwa nilai kontrak paket 3 bernilai Rp 524 miliar yang akan dikerjakan sekitar 630 hari, dengan ruang lingkup kerja meliputi pembersihan lahan, pembongkaran, penggalian struktur, pengaspalan, struktur beton, pekerjaan pendukung, utilitas, dan instalasi pipa air suplai.

    Dengan adanya kontrak ini, total proyek untuk tahap pertama ini sudah menelan utang dari Official Development Assistance (ODA Loan) dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) hampir Rp 10 triliun atau tepatnya Rp 9,6 triliun. Rincinya, paket 1 senilai Rp 6,1 triliun, paket 2 sebesar Rp 1,8 triliun, paket 3 mencapai Rp 524 miliar, dan paket 4 sebesar Rp 1,2 triliun.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.