Sandiaga Curhat Dapat Kompensasi Rp 100 Ribu dari Garuda

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno dalam acara peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/Putri.

    Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno dalam acara peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Sandiaga Uno membagikan pengalamannya saat mendapatkan kompensasi Rp 100 ribu dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Cerita itu diunggahnya melalui akun instragram resminya @sandiuno.

    Dalam video pendek yang beredari di akun instragram tersebut, Sandiaga menyatakan ia mendapatkan uang tersebut karena layar hiburan di kursinya tak berfungsi. “Garuda sudah memberikan saya Rp 100.000 sebagai kompensasi atas tidak beroperasinya layar di kursi saya, untuk penerbangan Jakarta-Kendari. Rezeki memang tidak pernah tertukar. Terima kasih,” ucapnya seperti dikutip dari unggahan video @sandiuno, Rabu, 12 Februari 2020.

    Sandiaga memuji kebijakan dan layanan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. “Luar biasa service Garuda, maju terus BUMN, maju terus Garuda. Ini salah satu maskapai Skaytrax yang menang sebagai maskapai paling tepat waktu kemarin,” ujarnya.

    Ihwal insiden tersebut, manajemen Garuda Indonesia enggan untuk mengomentari unggahan Sandiaga Uno. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan manajemen tidak mengeluarkan keterangan resmi terkait dengan hal tersebut.

    Pihaknya juga tak mau berkomentar, lantaran peristiwa itu hanya didasarkan pada postingan lewat instagram dan melibatkan tokoh publik. “Huss, nggak boleh comment berita (dari) Instagram, nanti jadi liar,” ujarnya, Kamis, 13 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.