Virus Corona, Pengusaha Didorong Ambil Alih Pasar Ekspor Cina

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Penurunan nilai ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar US$ 14,54 miliar, turun 4,51% dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Penurunan nilai ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar US$ 14,54 miliar, turun 4,51% dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah sedang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga kinerja ekspor dan impor nasional di tengah penyebaran Virus Corona. Salah satunya dengan menginventarisasi pasar ekspor selain Cina untuk dibidik sebagai antisipasi perlambatan.

    Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mencontohkan pangsa pasar ekspor ke Cina selama ini sebesar 16,8 persen dengan nilai US$ 28 miliar dengan produk utama tambang dan CPO. "Itu bisa berdampak pada neraca dagang kita," ujarnya, di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Bahkan, menurut Susiwijono, perlambatan ekonomi Cina bisa jadi celah bagi pengusaha dengan memanfaatkan pasar ekspor negara tirai bambu itu. "Selama ini, ekspor terbesarnya (Cina) adalah barang-barang elektronik. Mungkin industri kita belum bisa menggantikannya. Tetapi ada potensi lain yang bisa kita ambil seperti fesyen," ucapnya.

    Sementara sisi impor dari Cina yang mayoritas merupakan barang modal dan bahan baku untuk industri manufaktur nasional, juga bisa dimanfaatkan. Meski belum terdampak, pemerintah juga sedang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar aktivitas industri manufaktur di dalam negeri tetap berjalan.

    "Bagaimana pemerintah menjaga pasokan dari Cina yang jumlahnya cukup besar," kata Susiwijono. "Misalnya dari negara lain atau mengoptimalkan dari dalam negeri."

    Terkait sektor pariwisata yang diperkirakan juga terdampak Virus Corona, Susiwijono mengatakan pemerintah sedang menyiapkan strategi untuk mendorong wisatawan domestik melalui pemberian insentif harga tiket pesawat. 

    "Pemerintah akan mendorong konferensi-konferensi dan MICE (meeting, incentive, convention and exhibition) di sejumlah destinasi wisata. Kontribusi wisatawan MICE lebih besar dibandingkan wisatawan liburan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.