Total Bangun Persada Incar Kontrak Baru Rp 2,3 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah susun hunian DP 0 Rupiah di Klapa Village, Jakarta, Selasa 25 Juni 2019. Manager Konstruksi PT Totalindo Eka Persada Tbk Mardani mengatakan realisasi pembangunan Rusunami Klapa Village tersebut sudah mencapai 90 persen per 25 Juni 2019. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah susun hunian DP 0 Rupiah di Klapa Village, Jakarta, Selasa 25 Juni 2019. Manager Konstruksi PT Totalindo Eka Persada Tbk Mardani mengatakan realisasi pembangunan Rusunami Klapa Village tersebut sudah mencapai 90 persen per 25 Juni 2019. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Emiten konstruksi PT Total Bangun Persada Tbk mengincar perolehan kontrak baru sebanyak Rp 2,3 triliun pada 2020. Perseroan juga masih mengerjakan kontrak bawaan (carry over) dari tahun lalu sebanyak Rp 4,2 triliun.

    Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Mahmilan Sugiono mengatakan sepanjang tahun lalu, perseroan berhasil mendapat kontrak baru sebanyak Rp 1,96 triliun. Dengan kata lain, target perolehan kontrak baru pada tahun ini mencapai 17,34 persen.

    “Pasar tahun ini diharapkan akan lebih baik daripada 2019, hal ini ditandai dengan nilai proyek yang sedang dihitung oleh perseroan saat ini sebesar Rp 7,8 triliun,” katanya kepada Bisnis, Rabu, 12 Februari 2020.

    Menurut Mahmilan, emiten bersandi saham TOTL itu akan tetap berfokus menggarap pasar di sektor konstruksi bangunan bertingkat di segmen premium. Adapun, sejumlah proyek bidikan yang telah memasuki proses tender saat ini terdiri dari proyek bangunan multifungsi (mixed use), hotel, apartemen, perkantoran, dan bangunan pendidikan.

    Mahmilan menyebut, perolehan kontrak baru diharapkan bisa mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada tahun tikus logam. Dia menyebut, TOTL membidik pendapatan sebanyak Rp 3 triliun dan laba bersih sebesar Rp 175 miliar.

    Di sisi lain, TOTL mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk belanja modal tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan perlahan proyek dan pengembangan teknologi informasi

    Capex [capital expenditure] untuk tahun ini adalah sebesar Rp 10 miliar yang akan dialokasikan untuk peralatan proyek, peralatan serta software IT, dan lain-lain. Pendanaannya akan mengandalkan kas internal,” kata Mahmilan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.