Virus Corona, Wishnutama Sebut Potensi Kerugian Pariwisata 38 T

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah dokter dan petugas medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Soekarno Hatta bersiap menaiki ambulance golf car untuk bersiaga menjemput penumpang tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 10 Februari 2020. Semenjak maraknya isu virus Corona, KKP Klas 1 Soetta dan PT. Angkasa Pura II menyiapkan Ambulance mini selama 24 jam di terminal kedatangan. ANTARA

    Sejumlah dokter dan petugas medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Soekarno Hatta bersiap menaiki ambulance golf car untuk bersiaga menjemput penumpang tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 10 Februari 2020. Semenjak maraknya isu virus Corona, KKP Klas 1 Soetta dan PT. Angkasa Pura II menyiapkan Ambulance mini selama 24 jam di terminal kedatangan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyebutkan potensi kerugian di sektor pariwisata akibat serangan virus corona mencapai US$ 2,8 milliar atau Rp 38,2 triliun.

    “Karena ini kan masih bergerak, kita bisa tahu ruginya berapa kalau corona udah berhenti kalau kita ‘average’ (rata-rata) setahun dari China saja dengan dua juta jumlah wisatawan kan sudah US$ 2,8 miliar kerugian misalnya,” kata Wishnutama usai rapat koordinasi dengan Menhub dan operator penerbangan di Kemenpar, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Angka tersebut berdasarkan dihitungan kunjungan jumlah wisatawan China ke Indonesia selama satu tahun di mana rata-rata mencapai dua juta wisatawan mancanegara.

    “Jadi, memang ini mengukurnya tidak sesederhana kalau sudah semua selesai, tapi yang kita tahu China wisatawannya dua juta. Artinya kalau terjemahkan ke devisa US$ 2,8 miliar, tinggal hitung aja nanti berapa lama masa virus berkembang,” katanya.

    Potensi kerugian tersebut, Wishnutama menjelaskan, karena pada masa-masa Februari hingga Maret biasanya para wisatawan tengah memesan pesawat ataupun hotel (booking period) persiapan liburan musim panas.

    “Kalau Februari sampai Maret ini kan ‘booking period’. Sekarang wisatawan sedang pesan transportasi dan hotel untuk liburan musim panas. Ini juga akan punya dampak, kalau misalnya virus corona ini April selesai, itu imbasnya ke liburan musim panas," katanya.

    Namun, lanjut dia, angka pasti kerugian bisa dihitung setelah dampak dari virus corona selesai, tetapi setelah itu juga masih terdampak efek sampingnya. “Belum lagi dampak lainnya atau dampak setelah virus ini selesai dan juga ada tren menurun juga keinginan orang untuk berwisata,” katanya.

    Bandara-bandara yang menjadi hub internasional, seperti Singapura dan Hong Kong juga menjadi sepi. “Dan hub-hub Singapura dan Hong Kong meskipun tidak dari China ada kecenderungan sepi sekarang. Itu juga punya dampak,” katanya.

    Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, kontribusi kunjungan wisatawan mancanegara China termasuk tertinggi, yakni dua juta wisman dengan total belanja US$ 1.400 per kunjungan atau Rp 19,2 juta.

    Sementara itu, target perolehan devisa dari sektor pariwisata direncanakan mencapai US$ 21 miliar pada 2020 atau lebih besar US$ 1 miliar dari realisasi 2019 sebesar US$ 20 miliar atau Rp 275 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.