Korban Jiwasraya Ingin Bertemu Sri Mulyani: Jangan Takut, Bu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para korban PT Asuransi Jiwasraya memutuskan duduk di lantai setelah dilarang naik ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan, Wisma Mulia II, Jakarta. Kamis, 6 Februari 2020. Tempo/Caesar Akbar

    Para korban PT Asuransi Jiwasraya memutuskan duduk di lantai setelah dilarang naik ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan, Wisma Mulia II, Jakarta. Kamis, 6 Februari 2020. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang tergabung dalam grup Forum Korban Jiwasraya kembali mendatangi Gedung Kementerian Keuangan untuk menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pertemuan itu menyusul surat permohonan pertemuan yang sudah diberikan Ida kepada Kepala Bidang Pengelolaan Program Menteri Keuangan Darmawan pekan lalu.

    Namun, para korban belum juga bertemu Sri Mulyani hari ini. "Kami di sini rata-rata berusia di atas 60 tahun, apakah mungkin kami masih bisa menikmati uang kami? Memberikan kepada anak cucu kami? Mengajak mereka jalan-jalan? Atau mungkin untuk pengobatan kami? Atau untuk melanjutkan pendidikan anak-anak kami? Jadi tolong Bu Sri Mulyani, tolong untuk menemui kami, tidak perlu takut kami bukan macan kok, ya ibu ya," kata salah satu korban Jiwasraya, Ida Tumota di Gedung Djuanda Kemenkeu, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Ida mengingatkan kepada Sri Mulyani untuk tidak melupakan nasabah Jiwasraya yang sudah menanamkan uang pada perusahaan pelat merah itu. Menurutnya, pemerintah jangan hanya sibuk menerima investor yang baru mau berinvestasi.

    "Sekali lagi saya katakan, kami yang sudah menanamkan dana, artinya kita sudah berinvestasi. Sementara yang beliau terima dengan senyum adalah yang baru mau berinvestasi dan belum tentu berinvestasi," ujarnya.

    Hal itu Ida sampaikan usai bertemu dengan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan. Pertemuan masih membuat para nasabah masih belum merasa puas, karena tidak menemukan titik terang pengambilan dana asuransi mereka.

    "Mengecewakan karena seharusnya sudah tahu ada masalah sejak 2013, tapi ko diloloskan juga. Tidak ada proteksi segala macam kepada konsumen. Statement dia ga ada schedule, kapan dibayarkan, tidak ada," kata korban Jiwasraya, Agusjaya.

    Dia menilai OJK sebagai pengawas, tidak mengawasi dengan baik. Pada kesempatan yang sama korban lainnya, Ida Tumota mendesak dan menuntut OJK untuk mengambil sikap dan kebijaksanaan agar dengan mekanisme dan cara apapun.

    "Tunggakan klaim kami agar segera dibayar sekaligus, tunai dan tuntas, demi menjaga pemulihan kepercayaan masyarakat kepada sistem keuangan di Indonesia," kata Ida.

    Dia menghimbau pihak-pihak terkait tidak mengeluarkan statement yang menyakitkan hati, baik pemerintah, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kementian BUMN, dan OJK mengenai kapan keuangan korban dibayar.

    Adapun pertemuan nasabah bersama Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo berlangsung tertutup. Saat pertemuan selesai, Anto tidak mengeluarkan satu kata pun. Ketika keluar dari ruang pertemuan, Anto langsung dikawal menuju pintu darurat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.