Politikus PKS Ini Sebut Meikarta Pekerjakan Ribuan Buruh Cina

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 16 Oktober 2018. KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. ANTARA/Risky Andrianto

    Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 16 Oktober 2018. KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Bekasi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi, Budiyanto menduga pihak pengembang kawasan Meikarta memperkerjakan ribuan tenaga asing asal Cina. Dugaan itu muncul setelah adanya pemeriksaan kesehatan instansi gabungan pada pekan lalu mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

    Budiyanto menjelaskan, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan, TKA asal Cina yang bekerja di sana mencapai 260 orang. Tapi, pada saat pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, menurut dia, hanya ada sekitar 100-an TKA Cina. "Mereka (pengembang) mengaku hanya ada tujuh," kata Budiyanto.

    Karena itu, Budiyanto menuding ada yang disembunyikan perihal tenaga kerja asing di sana. Lewat data yang tidak berimbang itu, Budiyanto bahkan menyebut banyak tenaga kerja asing ilegal, jumlahnya mencapai 3.000 orang. "Berdasarkan prediksi dan investigasi," ujar politikus dari PKS ini.

    Ia berasumsi tenaga kerja asing asal Cina mencapai 3.000 orang karena di Meikarta tengah dibangun 15 tower apartemen. Angka itu berasal dari perkiraan satu tower mempekerjakan 200 orang. Artinya, kata dia, jika 15 tower maka jumlah pekerja asingnya mencapai 3.000 orang. "Di area itu saya lihat tidak ada pekerja lain," kata dia.

    Karena itu, Budiyanto meminta manajemen Meikarta terbuka perihal tenaga kerja asing asal Cina. Sebab, ini menyangkut antisipasi penyebaran virus corona yang sedang mewabah di Cina. Jika tidak dilakukan pemeriksaan, kata dia, dikhawatirkan mereka yang tak terdeteksi menyebarkan virus ke masyarakat Bekasi.

    "Saya berharap dinas terkait terus all out kerjasama dengan pengembang (Meikarta) ataupun perusahaan vendornya agar bisa memeriksa semua pendatang dari Cina," ujarnya.

    Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Suhup mengkonfirmasi jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Meikarta mencapai 260 orang. "Kemungkinan lebih, sekarang kami konsentrasi terhadap pemeriksaan kesehatan, berikutnya kami akan evaluasi secara keseluruhan kaitannya dengan masalah ketenagakerjaan asing yang ada di Kabupaten Bekasi," kata dia.

    Sementara itu, Direktur Komunikasi Meikarta, Danang Kemayan Jati membantah pihaknya telah mempekerjakan ribuan Tenaga Kerja Asing asal Cina secara ilegal di proyek Meikarta yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Meikarta sebanyak 86 orang, sementara pekerja lokalnya berjumlah 5.000 orang.

    "Status pekerja WNA yang dipekerjakan di Meikarta minimal supervisor atau key specialist," kata Danang di Bekasi, Rabu, 12 Februari 2020. Seluruh tenaga kerja asing yang dipekerjakan di proyek Meikarta direkrut oleh jasa kontraktor bernama China Contractor.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.