Ridwan Kamil Tengah Hitung Kerugian Jabar Akibat Virus Corona

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  menghadiri acara Training Orientasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Prama Grand Preanger, Minggu, 9 Februari 2020.  (Foto: Dudi/Humas Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri acara Training Orientasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Prama Grand Preanger, Minggu, 9 Februari 2020. (Foto: Dudi/Humas Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan masih menghitung kerugian di sektor pariwisata akibat penyebaran virus corona di sejumlah negara. “Wisatawan dan ekonomi terutama, sedang kita hitung. Ekonomi, yang impor bahan pangan dari Tiongkok, kira-kira begitu. Itu sedang dihitung, apakah banyak dan sebagainya,” kata dia di Bandung, Rabu, 12 Februari 2020.

    Namun, Ridwan Kamil mengklaim, dampak virus corona pada jumlah kunjungan wisata di Jawa Barat tak terlalu signifikan. “Karena yang populer di Jawa Barat kebanyakan wisatawan Timur Tengah ketimbang Tiongkok,” kata dia.

    Kendati demikian, ia mengakui bahwa dampak pada sektor pariwisata bisa meluas dengan mulai banyaknya negara yang memilih membatasi kunjungan luar negeri warganya. “Tetap dampak tidak hanya dari mereka (wisatawan Tiongkok), tapi dari negara-negara yang melakukan travel warning, membatasi diri untuk tidak bepergian kalau tidak perlu. Ini ada dampaknya, tapi ini belum dihitung,” kata Ridwan Kamil.

    Pemprov Jawa Barat masih optimis, dampak ekonomi virus corona untuk sektor ekonomi hanya sementara. “Bukan hilang, hanya menjadi slow saja. Bisnis-bisnis meeting berkurang. Contohnya di Bulan Februari ini mau ada Ekspo Taiwan, investasi Taiwan ke Jawa Barat, di undur ke November. Ada delay, bukan pemberhentian, tapi lebih pada pen-delay-an kegiatan-kegiatan,” kata dia.

    Ketua Badan Pengurus Daerah Jawa Barat, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Herman Muchtar mengatakan, sejumlah provinsi melaporkan pengurangan kunjungan wisatawan Tiongkok ke wilayahnya. Masing-masing berbarengan dengan merebaknya virus corona. Di Jawa Barat, imbasnya pada berkurangnya pertemuan bisnis pengusaha asal Cina.

    “Kalau kita bicara di Jawa Barat sendiri, kita melihat contohnya di Karawang, Bekasi, Purwakarta, itu kan kawasan industri yang juga banyak terdapat investasi-investasi dari Cina. Selama ini tamu-tamu hotel banyak yang dari Cina menginap dengan tujuan berbisnis, atau melihat perusahaannya, atau yang akan berhubungan dengan Cina di situ, ini berkurang,” kata Herman Muchtar, saat dihubungi Tempo, Rabu, 12 Februari 2020.

    Herman mencontohkan, sejak pemerintah memutuskan penghentian penerbangan langsung menuju Cina, wisatawan makin turun. “Ada hotel yang melaporkan 100 pembatalan (pemesanan kamar) sejak pelarangan penebangan ke Cina tidak boleh masuk ke Indonesia. Berdampak ke kamar penginapan, ke hotel,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.