Ridwan Kamil Ditawari Buka Kedai Kopi di Prancis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima kunjungan kerja Duta Besar RI untuk Prancis Arrmanatha Christiawan Nasir di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa, 11 Februari 2020. (Foto: Tatang/Humas Jabar).

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima kunjungan kerja Duta Besar RI untuk Prancis Arrmanatha Christiawan Nasir di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa, 11 Februari 2020. (Foto: Tatang/Humas Jabar).

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk negara Prancis, Arrmanatha Christiawan Nasir menawari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membuka coffee shop atau kedai kopi di Perancis sebagai strategi promosi Indonesia, khususnya Jawa Barat di Prancis. “Kita akan cari tempat-tempat yang memang strategis. Tidak saja di Paris, tapi bisa di luar Paris karena memang potensi-potensi d luar Paris cukup banyak. Seperti di Perancis Selatan, tapi juga di kota-kota besar di Perancis seperti Lyon,” kata dia selepas bertemu dengan Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, di Bandung, Selasa, 11 Februari 2020.

    Christiawan mengatakan, kedai kopi itu menjadi salah satu strategi untuk promosi produk dan budaya Jawa Barat pada masyarakat Perancis. “Tadi sudah kita sepakati tahap-tahapnya. Jadi ada konsep yang mendesak, yang kecil, seperti membuka coffee shop di Perancis untuk promosi. Tidak saja promosi kopi dari Jawa Barat, tapi juga budaya, culture, pariwisata dan wisata,” kata dia.

    Selanjutnya, ujar Christiawan, adalah menjajaki peluang investasi seperti membangun rumah sakit yang bekerja sama dengan developtment agency di Perancis. Dia mengaku, sejumlah perusahaan besar di Perancis tengah mencari peluang investasi, termasuk di Jawa Barat. "Kami juga membahas proyek-proyek infrastruktur yang besar di Jawa Barat untuk dihubungkan dengan perusahaan-perusahaan besar di Prancis, banyak yang sedang mencari program dan kegiatan di Indonesia. Itu tahap-tahap yang akan kami lakukan dengan Jawa Barat,” kata dia.

    Christiawan mengatakan, pembahasan dengan Ridwan Kamil relatif detail. "Pak Gubernur sudah mengindikasikan proyek-proyek yang sedang dan akan dilakukan, sehingga bisa lebih detail, lebih cepat mencari mitra. Kita juga sudah lebih detail berbicara mengenai konsep sustainable-developtment, sehingga lebih mudah untuk kita menginventarisir partner-parntner di Perancis,” kata dia.

    Christiawan mengatakan, investasi Perancis di Jawa Barat sudah banyak dan lama. “Contoh Airbus dengan PT Dirgantara Indonesia, itu sudah lebih dari 40 tahun di sini. Selain itu Pindad juga bekerja-sama dengan Maxtor dari Perancis membaut armored car Komodo. Jadi banyak sebenarnya yang di sini,” kata dia.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, sudah mempunyai konsep kedai kopi yang akan di buka di Perancis. Konsep kedai kopi itu sudah di siapkannya di banyak negara yang dikunjunginya setahun terakhir. “Saya akan meresmikan coffe shop pertama Jawa Barat namanya Jabar Ramo di Melboourne. Itu nanti modelnya akan kita bawa ke Perancis,” kata dia, Selasa, 11 Februari 2020.

    Ridwan Kamil mengatakan, kedai kopi itu hanya tahap awal. Selanjutnya menjajaki peluang ivestasi untuk mencari pendanaan kebutuhan infrastruktur Jawa Barat yang menembus Rp 800 triliun. “Kita cari yang paling mudah dulu yaitu membangun rumah sakit bersama tim dari Perancis dari dana investasi dari Perancis, nanti kita lihat skema bisnisnya. Baru jangka panjang, yang berat-berat, Infrastruktur, transportasi dan lain-lain,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, investor Eropa sensitif dengan isu lingkungan. Hal ini sesuai dengan Jawa Barat yang sedang merintis investasi hijau, yang bisa membuka peluang ketertarikan investor Eropa. Di antaranya sejumlah proyek waste to energy di Bogro dan Bandung, hingga sollar farm di Bendungan Cirata. “Kita sudah ada persiapan project teknologi listrik dengan angin di Sukabumi. Kemudian konversi motor listrik, mobil listrik. Hal-hal begitu yang menurut Pak Dubes kunci dari dialog dengan Eropa,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan sejumlah proyek tersebut menjadi gambaran Indonesia tengah berubah. “Indonesia justru lagi berbenah karena masih banyak yang dianggap citranya masih kurang positif dari sisi lingkungan. Nah saya sebagai Pemda, justru punya banyak bahan tentang komitmen ini yang akan saya share ke beliau untuk di share di Perancis supaya kita punya citra yang lebih positif. Saya kira itu yang paling konkret,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.