Garuda Angkut WNI dari Natuna, Menhub: Syaratnya Pakai CSR

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa 4 Februari 2020. Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa 4 Februari 2020. Menurut data Kementerian Kesehatan bahwa 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus Corona bahwa kesehatannya dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk dan pilek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. telah menyatakan kesediaannya mengangkut warga negara Indonesia atau WNI dari Provinsi Hubei, Cina, pulang ke daerah masing-masing. WNI itu akan diangkut setelah menjalani rangkaian karantina di Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

    "Jadi Garuda sudah bersedia, apabila ada pemulangan ke daerah-daerah, mereka siap untuk melaksanakan. Mengenai kemana dan bagaimana belum kami bahas. Besok saya rapat dengan tim Garuda," ujar Budi di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 11 Februari 2020.

    Kendati Garuda sudah bersedia, kata Budi, pemerintah belum bisa memastikan bahwa maskapai pelat merah itu yang akan menerbangkan para WNI tersebut ke daerah masing-masing. Budi masih membuka opsi maskapai-maskapai lain yang akan mengangkut, asalkan mereka mau menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk misi kemanusiaan ini.

    "Semua kita kasih kesempatan ya, besok saya rapat. Pertimbangannya kalau mereka mau CSR ya kita pakai," ujar Budi.

    Pemerintah sebelumnya memulangkan 238 WNI dari Provinsi Hubei. WNI itu lebih dulu dikarantina sebelum dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Adapun Natuna dipilih menjadi lokasi observasi bagi WNI yang baru kembali dari Hubei, tepatnya di Lanud Raden Sadjad.

    Sabtu pekan ini, mereka telah genap dua pekan menjalani masa observasi. Setelah dinyatakan negatif tertular virus corona, pada WNI asal Wuhan terus direncakan kembali ke wilayah masing-masing pada Sabtu, 15 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.