Tak Hanya RI, Virus Corona Tekan Ekspor Impor Banyak Negara

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kegiatan pengapalan impor dan ekspor barang di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Jakarta Utara, Ahad, 6 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kegiatan pengapalan impor dan ekspor barang di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Jakarta Utara, Ahad, 6 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan menuturkan dampak virus corona tidak hanya berdampak bagi Indonesia, tapi juga negara lain. Hal itu terlihat dari data ekspor dan impor Januari 2020.

    "Ada beberapa negara yang juga mitra dagang kita yang sudah rilis datanya Januari, semuanya turun sangat signifikan," kata dia saat memberikan paparan Outlook Ekonomi dan Perdagangan 2020 di Kementerian Perdagangan, Selasa 11 Februari 2020.

    Kasan mengungkapkan, seperti Brazil dan Vietnam telah menunjukan penurunan ekspor dan impor akibat virus Corona di Cina. Kemudian Korea Selatan, Pakistan dan Chili pun demikian.

    "Jadi ada sekitar enam negara yg sudah publish data Januari itu umumnya ekspor turun. Terbesar Brazil yang penurunannya sampai dua digit," katanya.

    Kasan menjelaskan, semua itu karena sektor perekonomian di Cina saat ini sedang terhenti karena terdampak virus corona.

    Sementara itu Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal memprediksi, wabah virus corona akan berdampak bagi sektor perekonomian Cina sekitar satu tahun ke depan. Karena ia melihat, hal ini pernah terjadi saat wabah SARS melanda pada 2003.

    "Di 2003 dampak terhadap ekonomi Cina itu terganggu di Q1 ke Q2 turun 2 persen, sudah terlihat sekali dampaknya lewat beberapa sektor," ucapnya.

    Faisal menuturkan, hal itu langsung terlihat di sektor konsumsi dalam negeri Cina yang tertekan akibat wabah virus SARS saat itu. Industri, pariwisata, retail pun mengalami hal yang serupa.

    "Itu menimpa Cina, pada saat Cina masih menjadi mitra perdagangan nomor enam di Indonesia. Waktu itu kita lebih banyak dengan Jepang dari pada Cina. Cina sekarang secara GDP nomer dua di dunia setelah Amerika dan tingkat keterkaitan dengan negara lain lebih besar. Sehingga dampaknya menjadi lebih besar pada saat sekarang dibandingkan SARS," tuturnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara