Ma'ruf Amin Minta Dampak Virus Corona ke Bisnis Hotel Dimitigasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI melakukan langkah mitigasi untuk menghadapi mewabahnya Virus Corona. Virus tersebut diprediksi bakal mengancam menurunnya tingkat kunjungan wisatawan asing atau wisman ke Indonesia.

    Menurut Ma’ruf, pengusaha hotel dan restoran mesti melakukan inovasi agar okupansi tak anjlok karena wabah tersebut. “Caranya dengan mengembangkan strategi untuk meningkatkan wisatawan domestik sebagai tulang punggung industri perhotelan dan memanfaatkan carrying capacity fasilitas hotel pada saat low season,” katanya seperti keterangan tertulis saat mengisi Munas ke-17 PHRI, Senin, 9 Februari 2020.

    Tak hanya itu, Ma’ruf juga meminta PHRI dapat mengemas paket-paket hotel dengan atraksi wisata yang dapat menarik minat kunjungan turis dalam negeri. Untuk memasarkan paket tersebut, ia mendorong pengusaha memanfaatkan pelbagai platform digital, seperti media sosial.

    Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani mengatakan, baru-baru ini perhimpunannya bersama Kementerian Pariwisata telah menggelar Visit Wonderful Indonesia atau ViWi Nusantara Shocking Deals 2020 untuk menggaet kunjungan turis ke Tanah Air. Program itu menawarkan harga paket wisata terendah yang meliputi tiket pesawat, kamar hotel, tur, tiket rekreasi, transportasi darat dan laut. Selain itu, ada pula diskon belanja yang ditawarkan pusat perbelanjaan dan sejumlah toko retail.

    "Momentum kali ini, Viwi Nusantara Schoking Deals 2020 sejalan dengan harapan Pak Ma’ruf yang ingin meningkatkan perjalanan wisata khususnya di sektor domestik,” tuturnya.

    Merebaknya virus corona membuat pemerintah di berbagai negara mengeluarkan travel warning atau larangan untuk bepergian--utamanya pemerintah di negara tempat persebaran virus corona terbesar, yakni Cina. Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio memperkirakan merebaknya virus corona bakal memukul industri pariwisata karena kunjungan wisman Cina ke Indonesia nihil.

    Dari hitungannya, kerugian devisa dari akumulasi total kunjungan wisatawan mancanegara Cina mencapai US$ 4 miliar atau Rp 54,8 triliun (dalam kurs Rp 13.722 per dolar AS). Ia juga memprediksi dampak ini akan meluas pada kunjungan wisatawan asing dari negara-negara lain yang turut ditemukan kasus infeksi Virus Corona. Karena itu, Wishnutama akan merevisi target perolehan devisa dari sektor pariwisata pada 2020 menyusul meluasnya virus tersebut.

    Kondisi ini disesuaikan dengan menurunnya tingkat kunjungan wisatawan asing alias wisman dari Cina setelah penerbangan dari dan menuju Negeri Tirai Bambu ditutup. "Ini sangat sulit. Meski wabah corona berlangsung tiga sampai empat bulan, dampaknya akan berkepanjangan tujuh hingga delapan bulan," tutur Wishnutama saat dihubungi Tempo pada pekan lalu.

    Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, porsi kontribusi kunjungan wisatawan mancanegara Cina tergolong paling tinggi setelah Malaysia. Kunjungan wisatawan mancanegara Cina ke Indonesia setiap tahun diperkirakan mencapai 2 juta dengan total belanja US$ 1.400 per kunjungan atau sekitar Rp 19,2 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.