IHSG Diprediksi Menguat Terbawa Arus Saham Global

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 11 Februari 2020, diprediksi menguat terbawa bursa saham global yang positif.

    IHSG dibuka menguat 11,47 poin atau 0,19 persen ke posisi 5.963,55. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 3,36 poin atau 0,35 persen menjadi 971,7.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan bursa saham AS menguat di awal pekan ini karena investor mengabaikan potensi tertekannya ekonomi di tengah musim laporan laba perusahaan.

    "Membaiknya saham global terutama bursa AS, diperkirakan memberikan dukungan positif bagi IHSG untuk bergerak ke teritorial positif pada perdagangan saham hari ini," ujar Alfiansyah.

    Sementara itu ancaman wabah virus corona yang sudah menyebar di luar daratan Cina, mengakibatkan berbagai perusahaan menarik diri dari pertemuan internasional.

    Investor berusaha mencari tahu apakah tingkat penularan virus tersebut telah mencapai masa puncaknya. Sisi lainnya, investor memantau dimulainya kembali aktivitas pabrik-pabrik di China.

    Provinsi Hubei, Cina, yang menjadi episentrum wabah Virus Corona, kembali melaporkan 2.097 kasus baru serta 103 kematian lainnya pada Senin (10/2) lalu.

    Komisi kesehatan Hubei menyebutkan provinsi tersebut kini telah mengkonfirmasi total kasus sebanyak 31.728 dengan 974 korban meninggal.

    Diperkirakan masih terdapat total 16.687 dugaan kasus Virus Corona di provinsi itu, namun belum terkonfirmasi.

    Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Hang Seng menguat 333 poin atau 1,22 persen ke 27.574,3 dan Indeks Straits Times menguat 25,44 poin atau 0,8 persen ke 3.188,59. Sedangkan bursa saham Jepang libur.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.