Kekhawatiran Erick Thohir Soal Dampak Virus Corona ke Ekonomi RI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan dampak virus corona tak hanya berbahaya bagi kesehatan, tapi juga perekonomian. Ia khawatir wabah penyakit yang menyerang pernapasan itu menggerus pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

    "Kami ada target pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen untuk terus membuka lapangan kerja, dan memang penduduk kita banyak," ujar Erick di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.

    Tergerusnya perekonomian, tutur dia, bisa membuat pembukaan lapangan kerja menjadi tidak maksimal. Imbasnya, mimpi Indonesia mencapai lima besar dunia pada 2045 bisa jadi gagal dicapai.

    Erick melihat apa yang terjadi di Cina memang bukan hanya masalah kesehatan semata. Virus corona juga telah membuat anjlok indeks saham pasar modal Cina. Selain itu, para pekerja pun banyak yang tidak bisa bekerja dan hanya di rumah. Sehingga, produktivitas pun hilang.

    Belum lagi, kata Erick, para tenaga kerja ahli yang kini tak mau datang ke Cina untuk sementara. Padahal, lima hingga enam tahun lalu Cina sengaja membuka banyak lapangan kerja untuk tenaga ahli asing yang keahliannya belum dimiliki di dalam negeri. Saat ini, tenaga ahli itu sudah kembali ke negara masing-masing lantaran khawatir akan penyebaran virus corona.

    Selain di sektor industri padat karya yang terpukul, Erick mengatakan sektor pariwisata di Cina juga terpukul. Ia mengatakan selama ini salah satu kekuatan Cina adalah pariwisata domestik. Namun dengan adanya penyakit itu, orang pun tidak melancong. Persoalan pariwisata juga berimbas kepada perekonomian Indonesia, mengingat kunjungan warga Cina ke Tanah Air yang cukup tinggi.

    Terakhir, Erick mengatakan virus corona juga menghantam rantai pasok ke Cina. Pasokan itu terhambat lantaran sulit melakukan pengiriman ke sana. Hal ini juga berimbas kepada ekspor Indonesia hang cukup besar ke Cina. Karena itu, ia mengatakan Presiden Joko Widodo bakal menggelar kembali rapat untuk membahas persoalan ini.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut terpukul karena mewabahnya virus corona. "Ya, apapun perlambatan perekonomian global pasti. Itu semua menyampaikan yang sama. Negara-negara yang terkena imbas itu juga pasti kena. Kita ngomong apa adanya termasuk negara kita Indonesia," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 5 Februari 2020.

    CAESAR AKBAR | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara