Rute ke Cina Ditutup, Erick Thohir Minta Garuda Buat Strategi Baru

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ditemui media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa 5 November 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ditemui media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa 5 November 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir meminta PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membuat strategi baru menyusul adanya penutupan rute penerbangan dari dan ke Cina menyusul penyebaran virus corona di sana.

    "Garuda dengan tidak terbang ke Cina, sudah saya minta membuat strategi baru, misalnya penerbangan dalam negeri dari yang tadinya berbadan kecil menjadi berbadan besar," ujar Erick di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.

    Sebab, selain rute dari dan ke Cina ditutup, ia mengatakan rencana penerbangan langsung dari Singapura ke Labuan Bajo juga kurang efektif dengan kondisi seperti ini. "Singapuranya saja sudah tidak ada turis."

    Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Irfan Setiaputra menuturkan adanya kerugian yang mesti ditangung sebagai dampak tidak beroperasinya sejumlah pesawat. Padahal, maskapai pelat merah ini beroperasi secara normal dan penuh sebelum dikeluarkannya kebijakan penundaan sementara penerbangan. 

    Di sisi lain, lanjut bos baru garuda tersebut, ada biaya lain yang tetap harus tetap dikeluarkan kendati pesawat tidak terbang. "Berat pastinya, tapi kami terus monitor apakah ini punya dampak terhadap keinginan masyarakat buat bepergian. Kami masih terus memonitor implikasinya ya,” katanya, Minggu 9 Februari 2020.

    Maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut menyebutkan terlalu dini melakukan untuk melakukan perhitungan secara ekonomi dengan dinamika yang ada hingga kini. “Soal kerugian kami nggak mau ributin itu, Nanti kayak nggak ikhlas aja dukung pemerintah dan bangsa ini,” tuturnya. Manajemen mencatat melayani sebanyak 30 frekuensi penerbangan setiap minggunya ke Cina.

    Senada, Managing Director Lion Air Group Daniel Putut menyebutkan sebanyak 30 penerbangan dengan rute ke Cina per pekannya dibatalkan. Namun, maskapai bertarif rendah tersebut masih menghitung terkait dengan potensi kerugian yang ditimbulkan. Sejauh ini, maskapai dengan jenis layanan minimum tersebut baru membatalkan rute perjalanan dari Cina dan belum memberlakukan hal yang sama untuk rute negara lain yang juga telah terindikasi dengan kasus virus corona.

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.