IHSG Awal Pekan Terkoreksi Seiring Bertambahnya Korban Corona

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan terkoreksi seiring bertambahnya jumlah korban meninggal akibat virus corona.

    IHSG Senin sore, 10 Februari 2020, ditutup melemah 47,52 poin atau 0,79 persen ke posisi 5.952,08, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 8,66 poin atau 0,89 persen menjadi 968,34.

    "Penyebaran novel corona virus yang menyebabkan korban jiwa yang mencapai 908 orang, turut memberikan sentimen negatif bagi pasar," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Senin.

    Kendati demikian, lanjut Nafan, tetap ada sentimen positif dari domestik yaitu defisit neraca transaksi berjalan (CAD) 2019 yang mencapai 2,72 persen dari PDB, lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya 2,94 persen dari PDB.

    Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham.

    Secara sektoral, seluruh sektor melemah di mana sektor pertanian turun paling dalam yaitu minus 2,36 persen, diikuti sektor aneka industri dan sektor industri dasar masing-masing minus 2,11 persen dan minus 0,7 persen.

    Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau "net foreign buy" sebesar Rp 330,42 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 406.767 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,8 miliar lembar saham senilai Rp 6,39 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 294 saham menurun, dan 124 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 142 poin atau 0,6 persen ke 23.686, indeks Hang Seng melemah 163 poin atau 0,59 persen ke 27.241,3, dan indeks Straits Times melemah 18,33 poin atau 0,58 persen ke 3.163,15.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.